Daerah Kalimantan yang akan dilintasi gerhana matahari cincin
Minggu, 29 September 2019 13:42 WIB
Gerhana Matahari Cincin Api (Reuters/Kim-Kyung Hun) (Antara)
Pontianak (ANTARA) - Kota Singkawang akan menjadi salah satu daerah yang akan dilintasi gerhana matahari cincin (GMC) di penghujung tahun, tepatnya 26 Desember 2019.
"Ini momen langka. Kita patut bersyukur Singkawang menjadi salah satu daerah yang dilintasi GMC," kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Minggu.
Dia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengikuti dan menyaksikan bersama gerhana matahari cincin di Kota Singkawang.
"Apalagi fenomena gerhana matahari cincin nantinya bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Tentunya Kota Singkawang akan semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan," ujarnya.
Pihaknya akan segera mempersiapkan serangkaian acara untuk menyambut fenomena GMC tersebut.
"Kita akan segera melakukan pertemuan untuk menentukan lokasi dan acara apa saja yang akan digelar. Bisa saja kita membuat berbagai lomba, festival dan hiburan," ungkapnya.
Sementara, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Thomas Djamaluddin mengatakan, gerhana matahari cincin akan melewati wilayah Indonesia seperti Siak, Singkawang, Padang Sidempuan, Berau, Malinau dan Tanjung Selor.
Thomas menyebutkan gerhana matahari cincin merupakan fenomena alam yang langka dan terjadi ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari, serta bulan berada pada titik terjauh dengan bumi.
"Pada posisi inilah yang menyebabkan piringan bulan akan terlihat lebih kecil daripada matahari dan tidak akan menutupi piringan matahari sepenuhnya," katanya.
Dia menambahkan fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan melintasi wilayah Indonesia pada 26 Desember 2019.
"Gerhana Matahari Cincin diprediksi akan dimulai pukul 12.15 WIB dan memasuki fase puncak pada 12.17 WIB. Gerhana Matahari Cincin di Indonesia diprediksi berakhir pada 12.19 WIB," ujarnya.
Namun, fenomena ini tidak akan terlihat di semua wilayah Indonesia.
Memanfaatkan terjadinya fenomena alam tersebut, Thomas berharap, kepada daerah yang terlintas untuk mempersiapkan diri dengan menggelar suatu agenda kegiatan.
"Fenomena seperti ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tentunya akan mendongkrak pariwisata dan perekonomian," katanya.
"Ini momen langka. Kita patut bersyukur Singkawang menjadi salah satu daerah yang dilintasi GMC," kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Minggu.
Dia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengikuti dan menyaksikan bersama gerhana matahari cincin di Kota Singkawang.
"Apalagi fenomena gerhana matahari cincin nantinya bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Tentunya Kota Singkawang akan semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan," ujarnya.
Pihaknya akan segera mempersiapkan serangkaian acara untuk menyambut fenomena GMC tersebut.
"Kita akan segera melakukan pertemuan untuk menentukan lokasi dan acara apa saja yang akan digelar. Bisa saja kita membuat berbagai lomba, festival dan hiburan," ungkapnya.
Sementara, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Thomas Djamaluddin mengatakan, gerhana matahari cincin akan melewati wilayah Indonesia seperti Siak, Singkawang, Padang Sidempuan, Berau, Malinau dan Tanjung Selor.
Thomas menyebutkan gerhana matahari cincin merupakan fenomena alam yang langka dan terjadi ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari, serta bulan berada pada titik terjauh dengan bumi.
"Pada posisi inilah yang menyebabkan piringan bulan akan terlihat lebih kecil daripada matahari dan tidak akan menutupi piringan matahari sepenuhnya," katanya.
Dia menambahkan fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan melintasi wilayah Indonesia pada 26 Desember 2019.
"Gerhana Matahari Cincin diprediksi akan dimulai pukul 12.15 WIB dan memasuki fase puncak pada 12.17 WIB. Gerhana Matahari Cincin di Indonesia diprediksi berakhir pada 12.19 WIB," ujarnya.
Namun, fenomena ini tidak akan terlihat di semua wilayah Indonesia.
Memanfaatkan terjadinya fenomena alam tersebut, Thomas berharap, kepada daerah yang terlintas untuk mempersiapkan diri dengan menggelar suatu agenda kegiatan.
"Fenomena seperti ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tentunya akan mendongkrak pariwisata dan perekonomian," katanya.
Pewarta : Rendra Oxtora
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Akibat terik matahari, seorang lansia di Palangka Raya pingsan saat mancing
24 April 2024 0:09 WIB, 2024
Dokter sarankan jangan langsung mencuci muka setelah terpapar matahari
29 February 2024 17:55 WIB, 2024
Umat Islam Indonesia diimbau cek arah kiblat saat matahari lintasi Ka'bah
10 July 2023 14:35 WIB, 2023
Presiden Jokowi ajak pemimpin ASEAN nikmati matahari tenggelam di Labuan Bajo
10 May 2023 19:22 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB