Palangka Raya (ANTARA) - Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, H Nadalsyah mengharapkan adanya sinergitas dalam penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) lebih dioptimalkan.

"Saya harapkan semua pihak dapat bersinergi dan kebersamaan dalam penangganan Karhutla sehingga akan membuahkan hasil yang optimal untuk menekan terjadinya bencana bahkan akibat yang ditimbulkan pasca bencana," kata Nadalsyah dalam rapat koordinasi evaluasi penanganan darurat bencana Karhutla di wilayah Kalteng 2019 di Palangka Raya, Senin. 

Menurut dia, berdasarkan data yang ada bahwa pada  2019 karhutla yang terjadi di Barito Utara relatif kecil dan tertangani dengan baik atas kerja sama dan koordinasi tim daerah yang solid dan padu.

"Kedepan diharapkan Barito Utara dapat menekan angka terjadinya bencana, hal ini dapat dilakukan apabila semua komponen yang ada saling bahu membahu dan bekerja sama dalam penangganan dan pencegahan terjadinya bencana," katanya.
  Bupati Barito Utara H Nadalsyah menandatangani komitmen bersama pencegahan, kesiapsiagaan dan penanganan darurat Karhutla di wilayah Kalteng di Palangka Raya, Senin (4/11/2019) ANTARA/HO-Dinas Kominfosandi Barut Dalam rakor tersebut Kabupaten Barito Utara, Nadalsyah menyampaikan beberapa laporan kepada Gubernur Kalteng Sugianto Sabran tentang upaya-upaya yang telah dilakukan daerah ini antara lain sosialisasi kampanye dan pemasangan spanduk baliho dan patroli rutin.

Selain itu pembentukan satgas gabungan, melibatkan masyarakat, pembentukan dan pembinaan masyarakat peduli api, penguatan sarana dan prasarana, melakukan ground check hotspot, pemadaman dini, meningkatkan koordinasi dan sinergitas, mengaktifkan masyarakat peduli api (MPA), rapat dengan instansi terkait, ketetapan waktu penetapan status keadaan darurat karhutla, mengalokasikan anggaran pencegahan dan kesiapsiagaan.

Selain itu strategi kedepan yang dilaporkan antara lain dengan penambahan sarana dan prasarana penunjang karhutla serta pengalokasian anggaran pencegahan dan kesiapsiagaan yang bersumber dari dana DBH DR.

"Kekompakan yang telah kami lakukan membuahkan hasil yang maksimal dengan terendahnya titik api tahun ini  di Kabupaten Barito Utara atas kerja sama dengan pihak baik manggala akni, Damkar, MPA, tim serbu api kelurahan, tim serbu api desa, masyarakat dan leading sektor terkait yang mana itu merupakan bukti nyata dari langkah-langkah preventif kami dan kekompakan tim yang ada di lapangan," jelas dia.

Bupati Barito Utara itu juga  melaporkan kendala yang ada dilapangan yakni bakar ladang yang merupakan tradisi mayarakat lokal untuk bercocok tanam. Untuk itu ia menjelaskan bahwa akan diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) untuk menanggulanginya yang akan dijadikan acuan sebagai dasar sosialisasi dari pihak aparat desa untuk warganya. 

"Ada juga kesulitan kepala desa untuk menyosialisasikannya kepada seluruh masyarakat karena bakar ladang ini merupakan kearifan lokal, jadi ini tidak bisa kita hindari, tetapi ini bisa kita atur, perbup itulah yang mengaturnya," ucapnya.

Pada kegiatan itu  juga dilaksanakan rakor strategi pencegahan, kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana Karhutla  pada  2020 yang dipimpin oleh Gubernur Sugianto Sabran di aula Eka Hapakat kantor Gubernur Kalteng.

Dalam rakor tersebut dihadiri juga oleh pihak  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, unsur forum koordinasi pimpinan provinsi, seluruh Bupati/ Walikota se-Kalteng serta tim teknis terkait dan lembaga masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalteng  Darliansjah mengatakan pada 2020 mendatang diperkirakan bahaya atau ancaman karhutla akan mengalami peningkatan daripada tahun ini untuk itu upaya pencegahan harus ditingkatkan dan semakin baik. Oleh karena itu, diakhir acara diadakan komitmen bersama sebagai dasar upaya untuk kesiapsiagaan di tahun depan.

Pewarta : Kasriadi
Uploader : Admin 1
Copyright © ANTARA 2024