Modus pelaku terorisme dengan tinggal di rumah kontrakan hingga mengisolasi diri
Sabtu, 16 November 2019 17:32 WIB
Densus 88 menangkap pasangan suami istri terduga tetoris pemillik kontrakan di Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari dalam kontrakan, Kamis (14/11/2019). ANTARA/Ahmad Fikri/aa.
Medan (ANTARA) - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan para pelaku terorisme umumnya memiliki modus dengan tinggal di rumah kontrakan, mengisolasi diri, dan tidak bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
"Saya meminta kepada masyarakat apabila ada tetangga di lingkungannya yang mencurigakan supaya disampaikan kepada aparat keamanan setempat," kata Agus usai menjenguk korban luka akibat ledakan bom bunuh diri di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jumat (15/11) malam.
Ia mengatakan, terorisme adalah musuh bersama, sehingga seluruh pihak perlu merapatkan barisan untuk memerangi terorisme secara bersama-sama.
"Tidak ada ajaran agama yang mengajarkan seperti ini (terorisme).Terorisme bukan ajaran agama," kata Agus. DS saat diamankan Densus 88 anti teror Kamis (14/11) di Kampung Cibodas, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, akhirnya dipulangkan kembali kekontrakannya dikawal petugas kepolisian. (Ahmad Fikri)
Sementara itu, enam korban ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11) yang mengalami luka-luka dan kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara itu terdiri atas empat anggota Polri dan dua warga sipil.
Empat anggota Polri itu, yakni Kompol Abdul Mutolib Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Sarponi Kasubag Bin Ops Polrestabes Medan, Aipda Deni Hamdani staf Propam Polrestabes Medan, dan Brigadir Juli Chandra Staf Propam Polrestabes Medan.
Dua warga sipil itu, yakni Richard Purba, pegawai honor lepas (PHL) Polrestabes Medan dan Ikhwan Muliadi yang sedang mengurus SKCK di Polrestabes Medan.
Pascaterjadi bom bunuh diri, petugas kepolisian melakukan penggeledahan di dua lokasi rumah milik RMN (24), terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11), sekitar pukul 08.45 WIB.
Petugas kepolisian langsung turun ke lokasi dua rumah milik terduga bom bunuh diri yang tewas itu untuk melakukan pemeriksaan. Kediaman diduga jaringan teroris di Binjai.(ANTARA/Istimewa)
Petugas juga memasang garis polisi di rumah terduga pelaku yang berada di Jalan Marelan, Pasar 1 Rel, Gang Melati 8, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Selain itu, petugas kepolisian juga melakukan pemeriksaan di rumah terduga pelaku bom bunuh diri, di Jalan Jangka Gang Tentram No 89B, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.
Hingga Jumat (15/11) polisi telah mengamankan sebanyak 14 orang terkait ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan tersebut.
Pewarta: Munawar Mandailing
"Saya meminta kepada masyarakat apabila ada tetangga di lingkungannya yang mencurigakan supaya disampaikan kepada aparat keamanan setempat," kata Agus usai menjenguk korban luka akibat ledakan bom bunuh diri di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jumat (15/11) malam.
Ia mengatakan, terorisme adalah musuh bersama, sehingga seluruh pihak perlu merapatkan barisan untuk memerangi terorisme secara bersama-sama.
"Tidak ada ajaran agama yang mengajarkan seperti ini (terorisme).Terorisme bukan ajaran agama," kata Agus. DS saat diamankan Densus 88 anti teror Kamis (14/11) di Kampung Cibodas, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, akhirnya dipulangkan kembali kekontrakannya dikawal petugas kepolisian. (Ahmad Fikri)
Sementara itu, enam korban ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11) yang mengalami luka-luka dan kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara itu terdiri atas empat anggota Polri dan dua warga sipil.
Empat anggota Polri itu, yakni Kompol Abdul Mutolib Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Sarponi Kasubag Bin Ops Polrestabes Medan, Aipda Deni Hamdani staf Propam Polrestabes Medan, dan Brigadir Juli Chandra Staf Propam Polrestabes Medan.
Dua warga sipil itu, yakni Richard Purba, pegawai honor lepas (PHL) Polrestabes Medan dan Ikhwan Muliadi yang sedang mengurus SKCK di Polrestabes Medan.
Pascaterjadi bom bunuh diri, petugas kepolisian melakukan penggeledahan di dua lokasi rumah milik RMN (24), terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11), sekitar pukul 08.45 WIB.
Petugas kepolisian langsung turun ke lokasi dua rumah milik terduga bom bunuh diri yang tewas itu untuk melakukan pemeriksaan. Kediaman diduga jaringan teroris di Binjai.(ANTARA/Istimewa)
Petugas juga memasang garis polisi di rumah terduga pelaku yang berada di Jalan Marelan, Pasar 1 Rel, Gang Melati 8, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Selain itu, petugas kepolisian juga melakukan pemeriksaan di rumah terduga pelaku bom bunuh diri, di Jalan Jangka Gang Tentram No 89B, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.
Hingga Jumat (15/11) polisi telah mengamankan sebanyak 14 orang terkait ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan tersebut.
Pewarta: Munawar Mandailing
Pewarta : Munawar Mandailing
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rusia desak Israel untuk tak gunakan cara teroris untuk urusan politik
29 September 2024 19:18 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB