Sampit (ANTARA) - Kemajuan perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah mendapat atensi dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani karena dinilai baik dan berpotensi besar untuk terus dikembangkan.

"Saat bincang Gala Diner di rumah jabatan Gubernur Bali, Pak Rosan memuji bahwa kemajuan Kabupaten Kotawaringin Timur yang memang luar biasa dari sektor ekonomi dan pendapatan asli daerah yang tertingi dan menjadi barometer di Kalteng," kata Ketua Kadin Kotawaringin Timur Susilo dihubungi dari Sampit, Jumat.

Susilo sedang mengikuti Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia di Bali yang berlangsung selama dua hari. Acara dibuka oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dan berakhir hari ini. 

Selain Kotawaringin Timur, dari Kalimantan Tengah ada Kadin Pulang Pisau yang juga hadir dalam kegiatan itu. Event ini menjadi kesempatan berharga bagi Kadin Kotawaringin Timur untuk memperluas jaringan sekaligus membantu mempromosikan potensi daerah.

Susilo mengaku senang dapat kesempatan berbincang dengan Rosan karena banyak masukan yang didapat meski perbincangan tidak terlalu lama. Hal itu cukup memberi semangat bagi Kadin Kotawaringin Timur untuk terus meningkatkan kontribusi membangun daerah.

Menurut Susilo, Rosan mendorong pemerintah daerah dan Kadin untuk meningkatkan sinergitas membangun Kotawaringin Timur menuju ekonomi maju dan berdaya saing menunju kota wisata.

Kotawaringin Timur dinilai memiliki potensi yang besar untuk peningkatan ekonomi. Banyak bidang yang bisa dioptimalkan seperti pengelolaan sumber daya alam, perdagangan, jasa, hiburan, pendidikan dan pariwisata. Potensi ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Pemkab Kotim jelaskan keterlambatan pembangunan sarana Sampit Expo

Data Badan Pusat Statistik, ndeks pertumbuhan ekonomi Kotawaringin Timur mengalami peningkatan yang cukup tinggi dan stabil yaitu berada di atas tujuh persen. Pada 2016 sebesar 7,93 persen, 2017 sebesar 7,99 persen dan 2018 sebesar 7,01 persen.

Kadin mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun daerah dan meningkatkan perekonomian. Kadin merangkul semua pelaku usaha di daerah ini untuk tumbuh dan berkembang.

"Sebaliknya, pemerintah daerah juga harus mendorong dan melibatkan Kadin untuk bersama-sama bersinergi dalam membangun ekonomi daerah," ucap Susilo.

Menurut Susilo, pemerintah mengarahkan semua badan usaha bergabung menjadi anggota Kadin. Tidak hanya sektor swasta, tetapi juga badan usaha milik negara maupun badan usaha milik daerah.

Baca juga: Pemkab Kotim optimistis pilkades serentak berjalan lancar

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024