Tiga orangutan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Raya
Rabu, 19 Februari 2020 18:18 WIB
Arsip Foto- Petugas BOS F Nyaru Menteng melepasliarkan orangutan. ANTARA/HO/BOSF Nyaru Menteng
Palangka Raya (ANTARA) - Tiga orangutan dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya Resor Tumbang Hiran, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kasongan, Kalimantan Tengah.
CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Jamartin Sihite di Palangka Raya, Rabu, mengatakan orangutan yang dilepaskan di kawasan taman nasional itu terdiri atas satu orangutan jantan berusia 17 tahun bernama Batola, satu orangutan betina usia 12 tahun bernama Pandura, dan satu orangutan betina umur enam tahun bernama Unyu.
Ketiga orangutan itu sudah beberapa tahun menjalani rehabilitasi di pusat rehabilitasi orangutan BOSF Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.
"Tiga orangutan yang telah direhabilitasi ini menempuh perjalanan 15 jam untuk sampai di lokasi pelepasliaran," kata Jamartin.
Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya (TNBBBR) Agung Nugroho mengatakan bahwa kawasan TNBBBR sudah dinyatakan memenuhi syarat sebagai tempat pelepasliaran orangutan yang sudah menjalani rehabilitasi.
"TNBBBR memiliki ketersediaan jenis tumbuhan pakan, ketinggian dari permukaan laut, minim keberadaan orangutan liar, daya tampung, serta jauh dari akses aktivitas manusia," kata Agung.
Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indra Eksploitasia berharap pelepasliaran tiga orangutan ke TNBBBR bisa meningkatkan populasi orangutan di alam. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya pelestarian orangutan.
Sejak 2016 sampai sekarang total sudah ada 171 orangutan yang dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, yang berada di perbatasan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah.
CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Jamartin Sihite di Palangka Raya, Rabu, mengatakan orangutan yang dilepaskan di kawasan taman nasional itu terdiri atas satu orangutan jantan berusia 17 tahun bernama Batola, satu orangutan betina usia 12 tahun bernama Pandura, dan satu orangutan betina umur enam tahun bernama Unyu.
Ketiga orangutan itu sudah beberapa tahun menjalani rehabilitasi di pusat rehabilitasi orangutan BOSF Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.
"Tiga orangutan yang telah direhabilitasi ini menempuh perjalanan 15 jam untuk sampai di lokasi pelepasliaran," kata Jamartin.
Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya (TNBBBR) Agung Nugroho mengatakan bahwa kawasan TNBBBR sudah dinyatakan memenuhi syarat sebagai tempat pelepasliaran orangutan yang sudah menjalani rehabilitasi.
"TNBBBR memiliki ketersediaan jenis tumbuhan pakan, ketinggian dari permukaan laut, minim keberadaan orangutan liar, daya tampung, serta jauh dari akses aktivitas manusia," kata Agung.
Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indra Eksploitasia berharap pelepasliaran tiga orangutan ke TNBBBR bisa meningkatkan populasi orangutan di alam. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya pelestarian orangutan.
Sejak 2016 sampai sekarang total sudah ada 171 orangutan yang dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, yang berada di perbatasan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Barut apresiasi Desa Bukit Sawit raih predikat Desa Antikorupsi 2025
07 November 2025 10:00 WIB
Temui warga di Bukit Tunggal, Menkum instruksikan posbankum bantu penyelesaian konflik agraria
05 November 2025 16:13 WIB
Bupati Barito Utara harapkan Koperasi Merah Putih jadi penggerak ekonomi lokal
18 October 2025 15:36 WIB
Terpopuler - Kota Palangkaraya
Lihat Juga
Diskominfo Palangka Raya perluas jaringan KIM tingkatkan literasi digital
06 February 2026 14:53 WIB
Hitam Putih Borneo konsisten kembangkan literasi fotografi di Palangka Raya
06 February 2026 13:57 WIB
Palangka Raya raih penghargaan The Encourager dalam capaian SDGs Nasional
05 February 2026 17:49 WIB
Legislator Palangka Raya optimis Tapping Box mampu optimalkan serapan pajak
05 February 2026 12:47 WIB