Legislator minta masyarakat jangan menimbun masker
Rabu, 4 Maret 2020 7:20 WIB
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Sigit Widodo saat menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD setempat. ANTARA/Adi Wibowo
Adi Wibowo (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah Sigit Widodo meminta masyarakat menimbun masker hanya karena ketakutan yang berlebihan menyikapi wabah virus Corona baru Covid-19 yang sudah masuk ke Indonesia.
"Dengan kondisi seperti saat ini masyarakat tidak perlu panik dan diharapkan pula tidak ada aksi penimbunan masker dengan alasan apapun," kata Sigit di Palangka Raya, Selasa.
Masyarakat diingatkan pula jangan sampai mengambil keuntungan dalam kondisi seperti sekarang ini. Ketika ada masyarakat yang memanfaatkan masker namun ternyata tidak tersedia, maka akan membuat panik masyarakat.
"Terkait ketersediaan alat kesehatan, seperti halnya masker dan lain sebagainya, ya diharapkan masyarakat tidak berspekulasi melakukan penimbunan masker serta mengambil keuntungan dari musibah ini secara sengaja," katanya.
Anggota Komisi C di DPRD Kota Palangka Raya itu juga mendorong, pemerintah agar respons terhadap kondisi yang terjadi di tengah masyarakat saat ini.
Sebelum terjadi kelangkaan dan lonjakan harga, Pemerintah Kota Palangka Raya harus segera melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap ketersediaan alat-alat kesehatan tersebut di sejumlah apotek yang ada di daerah setempat.
Konsumen dalam menggunakan barang atau jasa berhak atas harga yang wajar. Masyarakat juga diimbau hanya membeli masker dan kebutuhan lainnya dengan jumlah yang wajar dan tidak berlebihan.
"Jangan karena panik atas virus Covid-19 sudah masuk ke Indonesia, lalu membeli masker sebanyak-banyaknya. Ya, belilah secukupnya saja, sesuai kebutuhan karena pembelian berlebihan dapat mempengaruhi harga pasar," katanya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Palangka Raya itu mengakui, masuknya virus tersebut ke Indonesia cukup membuat masyarakat merasa waswas, takut, lebih waspada terhadap kondisi lingkungan.
Masyarakat diharapkan tetap memerhatikan kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mulai dari dalam keluarga masing guna memutus penyebaran virus yang membahayakan tersebut.
"Saran saya, mari kita ikuti anjuran pemerintah yang telah gencar mensosialisasikan mengenai bahaya virus tersebut, melalui berbagai media massa maupun media sosial,” demikian Sigit.
"Dengan kondisi seperti saat ini masyarakat tidak perlu panik dan diharapkan pula tidak ada aksi penimbunan masker dengan alasan apapun," kata Sigit di Palangka Raya, Selasa.
Masyarakat diingatkan pula jangan sampai mengambil keuntungan dalam kondisi seperti sekarang ini. Ketika ada masyarakat yang memanfaatkan masker namun ternyata tidak tersedia, maka akan membuat panik masyarakat.
"Terkait ketersediaan alat kesehatan, seperti halnya masker dan lain sebagainya, ya diharapkan masyarakat tidak berspekulasi melakukan penimbunan masker serta mengambil keuntungan dari musibah ini secara sengaja," katanya.
Anggota Komisi C di DPRD Kota Palangka Raya itu juga mendorong, pemerintah agar respons terhadap kondisi yang terjadi di tengah masyarakat saat ini.
Sebelum terjadi kelangkaan dan lonjakan harga, Pemerintah Kota Palangka Raya harus segera melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap ketersediaan alat-alat kesehatan tersebut di sejumlah apotek yang ada di daerah setempat.
Konsumen dalam menggunakan barang atau jasa berhak atas harga yang wajar. Masyarakat juga diimbau hanya membeli masker dan kebutuhan lainnya dengan jumlah yang wajar dan tidak berlebihan.
"Jangan karena panik atas virus Covid-19 sudah masuk ke Indonesia, lalu membeli masker sebanyak-banyaknya. Ya, belilah secukupnya saja, sesuai kebutuhan karena pembelian berlebihan dapat mempengaruhi harga pasar," katanya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Palangka Raya itu mengakui, masuknya virus tersebut ke Indonesia cukup membuat masyarakat merasa waswas, takut, lebih waspada terhadap kondisi lingkungan.
Masyarakat diharapkan tetap memerhatikan kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mulai dari dalam keluarga masing guna memutus penyebaran virus yang membahayakan tersebut.
"Saran saya, mari kita ikuti anjuran pemerintah yang telah gencar mensosialisasikan mengenai bahaya virus tersebut, melalui berbagai media massa maupun media sosial,” demikian Sigit.
Pewarta : Norjani
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati minta KONI Kobar laksanakan program berbasis target prestasi atlet
12 February 2026 13:39 WIB
DPRD minta Pemkot Palangka Raya gencarkan sosialisasi aturan usaha selama Ramadhan
12 February 2026 12:21 WIB
Penghargaan ke PT Bartim Coalindo berpolemik, BPBD Damkar Bartim minta maaf
11 February 2026 16:45 WIB
Legislator Kapuas minta pemantauan stok pangan diintensifkan jelang Imlek dan ramadhan
10 February 2026 12:57 WIB
Terpopuler - Kota Palangkaraya
Lihat Juga
DPRD minta Pemkot Palangka Raya gencarkan sosialisasi aturan usaha selama Ramadhan
12 February 2026 12:21 WIB
Panti Asuhan Barokah Palangka Raya terus tingkatkan kesejahteraan dan pendidikan anak asuh
11 February 2026 23:28 WIB