Polda: Kalau ada yang jual masker harga tinggi segera laporkan
Jumat, 6 Maret 2020 15:59 WIB
Ilustrasi - Masker berwarna hitam yang dijual Apotek Kimia Farma di Tanjungpinang (Nikolas Panama)
Mataram (ANTARA) - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Kombes Pol Artanto, mengatakan, kalau ada yang menjual masker dengan harga tinggi segera laporkan ke pihak kepolisian.
"Kalau ada laporannya (jual masker dengan harga tinggi), kepolisian pasti akan menindaklanjuti di lapangan," kata Kombes Pol Artanto di Mataram, Jumat.
Selain memantau harga tinggi, kepolisian juga turut memantau penimbunannya. Namun sejauh ini, terhitung sejak merebaknya isu virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masuk ke Indonesia, Jajaran Polda NTB belum menemukan adanya modus tersebut.
Baca juga: Waspada tautan email spam terkait penjualan masker
"Sampai saat ini, belum ada yang ditemukan menimbun. Tapi kepolisian masih akan terus memantau dan menyelidiki masalah ketersediaan masker," ujarnya.
Sejak Pemerintah Indonesia mengabarkan dua warga asal Depok positif terjangkit virus corona, penjualan masker kian laku dipasaran. Tak hanya masker, penjualan cairan pencuci tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) juga turut laris.
Hal itu pun menyebabkan persediaan pasar untuk masker dan hand sanitizer semakin menipis. karena persediaan pasar terbatas, harganya pun melonjak naik.
Karenanya, pemerintah telah meminta pihak kepolisan untuk mengusut kelangkaannya. Bila ada ditemukan modus penimbunan, kepolisian diminta untuk segera mengambil tindakan tegas.
Baca juga: Pemkot sidak pedagang antisipasi praktik penimbunan masker
Baca juga: Tiga terduga penimbun masker diamankan polisi
Baca juga: KPPU sidak gudang distributor masker
Baca juga: Rizky Febian rogoh kocek Rp2 juta demi masker
"Kalau ada laporannya (jual masker dengan harga tinggi), kepolisian pasti akan menindaklanjuti di lapangan," kata Kombes Pol Artanto di Mataram, Jumat.
Selain memantau harga tinggi, kepolisian juga turut memantau penimbunannya. Namun sejauh ini, terhitung sejak merebaknya isu virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masuk ke Indonesia, Jajaran Polda NTB belum menemukan adanya modus tersebut.
Baca juga: Waspada tautan email spam terkait penjualan masker
"Sampai saat ini, belum ada yang ditemukan menimbun. Tapi kepolisian masih akan terus memantau dan menyelidiki masalah ketersediaan masker," ujarnya.
Sejak Pemerintah Indonesia mengabarkan dua warga asal Depok positif terjangkit virus corona, penjualan masker kian laku dipasaran. Tak hanya masker, penjualan cairan pencuci tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) juga turut laris.
Hal itu pun menyebabkan persediaan pasar untuk masker dan hand sanitizer semakin menipis. karena persediaan pasar terbatas, harganya pun melonjak naik.
Karenanya, pemerintah telah meminta pihak kepolisan untuk mengusut kelangkaannya. Bila ada ditemukan modus penimbunan, kepolisian diminta untuk segera mengambil tindakan tegas.
Baca juga: Pemkot sidak pedagang antisipasi praktik penimbunan masker
Baca juga: Tiga terduga penimbun masker diamankan polisi
Baca juga: KPPU sidak gudang distributor masker
Baca juga: Rizky Febian rogoh kocek Rp2 juta demi masker
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini penyebab harga obat di Indonesia 3-5 kali lebih mahal dari Malaysia
02 July 2024 15:28 WIB, 2024
Mahal dan berisiko jadi penyebab masyarakat Kalteng enggan urus izin WPR
18 December 2023 16:00 WIB, 2023
Berikut waktu terbaik mengunjungi India, mulai dari cuaca hingga festival
24 September 2023 20:10 WIB, 2023
Selain beras lokal, harga bahan pokok di Palangka Raya cenderung stabil
11 June 2023 13:43 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB