Akankah sistem transfer sepak bola Eropa tiru NBA
Senin, 30 Maret 2020 23:48 WIB
Soccer Football - Serie A - Serie A hold an emergency meeting on coronavirus - Coni Palace, Rome, Italy - March 4, 2020 Juventus chief football officer Fabio Paratici outside Coni Palace after the meeting. REUTERS/Alberto Lingria
Jakarta (ANTARA) - Direktur olah raga Juventus Fabio Paratici memprediksi bahwa sistem transfer pemain ala NBA bisa saja diadopsi oleh sepak bola akibat pandemi virus corona.
Liga-liga dan turnamen-turnamen di seluruh Eropa dihentikan sementara atau ditunda karena wabah tersebut dan beberapa klub sudah mengutarakan keprihatinan terhadap apa akibat ekonominya ketika mereka terancam kehilangan jutaan euro kontrak televisi, hadiah kompetisi dan penjualan tiket.
"Akan ada banyak pertukaran, sebuah situasi yang akan membuat sepak bola mirip dengan NBA," kata Paratici kepada TuttoSport.
Barcelona adalah salah satu klub kelas atas yang mengumumkan pemotongan sementara gaji semua staf, termasuk pemain, guna meminimalkan dampak finansial penghentian sementara La Liga dan Liga Champions.
Para pemain klub-klub Bundesliga Borussia Monchengladbach, Dortmund dan Union Berlin juga sudah menyepakati pemotongan upah secara sebagian atau seluruhnya agar klub-klub ini bisa terus bertahan.
CEO Liga Sepak Bola Jerman Christian Seifert memperingatkan bahwa puluhan ribu lapangan kerja terancam hilang dan sekitar separuh dari 36 klub dua divisi teratas sepak bola Jerman bisa terhapus dari lanskap sepak bola negeri itu.
Paratici menyampaikan pandangan berbeda dan menyatakan beberapa klub akan bangkit dari situasi ini dalam keadaan baik.
"Kemungkinan juga beberapa klub, contohnya di Jerman, bisa mendapatkan manfaat dari situasi krisis secara keseluruhan karena mereka memiliki perekonomian yang lebih solid ketimbang yang lain," sambung dia.
Pandemi virus corona sudah membuat transfer musim panas yang berlimpah yang menjadi tidak mungkin terlaksana.
Sumber-sumber sudah berkata sebelumnya kepada ESPN bahwa Manchester United kini optimistis Paul Pogba akan tetap bersama klub itu musim panas ini karena mereka ragu ada klub yang sanggup membeli gelandang Prancis tersebut.
Liga-liga dan turnamen-turnamen di seluruh Eropa dihentikan sementara atau ditunda karena wabah tersebut dan beberapa klub sudah mengutarakan keprihatinan terhadap apa akibat ekonominya ketika mereka terancam kehilangan jutaan euro kontrak televisi, hadiah kompetisi dan penjualan tiket.
"Akan ada banyak pertukaran, sebuah situasi yang akan membuat sepak bola mirip dengan NBA," kata Paratici kepada TuttoSport.
Barcelona adalah salah satu klub kelas atas yang mengumumkan pemotongan sementara gaji semua staf, termasuk pemain, guna meminimalkan dampak finansial penghentian sementara La Liga dan Liga Champions.
Para pemain klub-klub Bundesliga Borussia Monchengladbach, Dortmund dan Union Berlin juga sudah menyepakati pemotongan upah secara sebagian atau seluruhnya agar klub-klub ini bisa terus bertahan.
CEO Liga Sepak Bola Jerman Christian Seifert memperingatkan bahwa puluhan ribu lapangan kerja terancam hilang dan sekitar separuh dari 36 klub dua divisi teratas sepak bola Jerman bisa terhapus dari lanskap sepak bola negeri itu.
Paratici menyampaikan pandangan berbeda dan menyatakan beberapa klub akan bangkit dari situasi ini dalam keadaan baik.
"Kemungkinan juga beberapa klub, contohnya di Jerman, bisa mendapatkan manfaat dari situasi krisis secara keseluruhan karena mereka memiliki perekonomian yang lebih solid ketimbang yang lain," sambung dia.
Pandemi virus corona sudah membuat transfer musim panas yang berlimpah yang menjadi tidak mungkin terlaksana.
Sumber-sumber sudah berkata sebelumnya kepada ESPN bahwa Manchester United kini optimistis Paul Pogba akan tetap bersama klub itu musim panas ini karena mereka ragu ada klub yang sanggup membeli gelandang Prancis tersebut.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB
Dispursip Pulang Pisau kembangkan sistem demi peningkatan pengunjung perpustakaan
23 April 2026 17:08 WIB