Meghan Markle mengaku tak terlibat dalam penulisan buku biografi
Selasa, 22 September 2020 17:13 WIB
FILE PHOTO: Copies of 'Finding Freedom', an unofficial biography on Prince Harry and Meghan Markle, the Duke and Duchess of Sussex, are seen on display at a Waterstones bookshop in London, Britain August 12, 2020. REUTERS/Toby Melville (REUTERS/TOBY MELVILLE)
Jakarta (ANTARA) - Pengacara Meghan Markle, istri Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris, mengatakan klaim dari tabloid yang dia gugat bahwa pasangan kerajaan itu terlibat dalam penulisan buku yang baru diterbitkan adalah "jelas salah".
Duchess of Sussex menggugat penerbit Associated Newspaper atas artikel di Mail on Sunday tahun lalu yang menyertakan secuplik surat yang ia kirim kepada ayahnya, Thomas Markle, pada Agustus 2018.
Dalam sidang di Pengadilan Tinggi London, Senin (21/9) waktu setempat, pengacara untuk Mail mengatakan buku biografi "Finding Freedom" yang terbit bulan lalu ditulis dengan melibatkan kerjasama dari Meghan.
Baca juga: Pangeran Harry resmi mandiri finansial setelah kembalikan uang rakyat
Mereka berargumen kerjasama antara Meghan dan penulis buku menunjukkan dia memang ingin memperlihatkan kehidupan pribadinya kepada publik, termasuk isi suratnya.
Anthony White, pengacara dari tabloid itu, mengatakan di pengadilan bahwa sebagian informasi pribadi hanya bisa didapat dari pasangan itu langsung, atau sahabat yang diizinkan membeberkannya.
Buku "Finding Freedom" memberi kesan ditulis atas kolaborasi dengan Meghan, kata pengacara.
Sementara itu, pengacara Meghan, Justin Rushbrooke, mengatakan tidak ada bukti atas argumen yang didasarkan pada pernyataan yang "jelas salah".
Salah satu penulis buku, Omid Scobie, juga memberikan pernyataan yang mendukung Meghan. Dia menyebut buku tersebut merupakan proyek independen.
"Anggapan bahwa Duke dan Duchess terlibat dalam buku ini tidak benar," kata Scobie. "Mereka tidak pernah memberi izin resmi buku ini, juga tidak pernah memberikan wawancara untuk isi buku ini.
Baca juga: Dianggap langgar protokol kerajaan, Meghan Markle diminta copot gelar 'Duchess of Sussex'
Baca juga: Cara membuat puding chia ala Meghan Markle
Baca juga: Pangeran Harry dan Meghan tempati rumah mewah Tyler Perry
Baca juga: Kalung 'perlindungan' Meghan Markle seharga 175 dolar AS
Duchess of Sussex menggugat penerbit Associated Newspaper atas artikel di Mail on Sunday tahun lalu yang menyertakan secuplik surat yang ia kirim kepada ayahnya, Thomas Markle, pada Agustus 2018.
Dalam sidang di Pengadilan Tinggi London, Senin (21/9) waktu setempat, pengacara untuk Mail mengatakan buku biografi "Finding Freedom" yang terbit bulan lalu ditulis dengan melibatkan kerjasama dari Meghan.
Baca juga: Pangeran Harry resmi mandiri finansial setelah kembalikan uang rakyat
Mereka berargumen kerjasama antara Meghan dan penulis buku menunjukkan dia memang ingin memperlihatkan kehidupan pribadinya kepada publik, termasuk isi suratnya.
Anthony White, pengacara dari tabloid itu, mengatakan di pengadilan bahwa sebagian informasi pribadi hanya bisa didapat dari pasangan itu langsung, atau sahabat yang diizinkan membeberkannya.
Buku "Finding Freedom" memberi kesan ditulis atas kolaborasi dengan Meghan, kata pengacara.
Sementara itu, pengacara Meghan, Justin Rushbrooke, mengatakan tidak ada bukti atas argumen yang didasarkan pada pernyataan yang "jelas salah".
Salah satu penulis buku, Omid Scobie, juga memberikan pernyataan yang mendukung Meghan. Dia menyebut buku tersebut merupakan proyek independen.
"Anggapan bahwa Duke dan Duchess terlibat dalam buku ini tidak benar," kata Scobie. "Mereka tidak pernah memberi izin resmi buku ini, juga tidak pernah memberikan wawancara untuk isi buku ini.
Baca juga: Dianggap langgar protokol kerajaan, Meghan Markle diminta copot gelar 'Duchess of Sussex'
Baca juga: Cara membuat puding chia ala Meghan Markle
Baca juga: Pangeran Harry dan Meghan tempati rumah mewah Tyler Perry
Baca juga: Kalung 'perlindungan' Meghan Markle seharga 175 dolar AS
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harry dan Meghan Markle masuk daftar 100 orang berpengaruh majalah TIME
17 September 2021 11:56 WIB, 2021
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Museum Lokananta di Surakarta tawarkan wisata sejarah industri musik Indonesia
29 March 2026 22:56 WIB
Kelancaran arus mudik dan balik didukung oleh kolaborasi serta kepatuhan pengguna jalan
29 March 2026 12:57 WIB