Kondisi eks transmigrasi D1 dan D3 memprihatinkan
Selasa, 8 Desember 2020 5:51 WIB
Komisi I DPRD Barito Selatan, meninjau lokasi eks transmigrasi D1 dan D3, Minggu, (6/12/2020). (ANTARA/Bayu Ilmiawan)
Buntok (ANTARA) - Ketua Komisi I DPRD Barito Selatan, Kalimantan Tengah Raden Sudarto mengatakan kondisi eks transmigrasi D1 dan D3 sangat memprihatinkan.
"Kami selaku wakil rakyat akan memperjuangkan agar kehidupan masyarakat di eks transmigrasi ini bisa lebih baik lagi," katanya di Buntok, Minggu.
Ia mengatakan, adanya langkah-langkah yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Barito Selatan dan pihaknya ini, agar masyarakat yang masih tersisa bermukim di dua daerah tersebut tetap bertahan dan tidak meninggalkan desa.
Menurutnya pada 2021 ini, pihaknya telah menyiapkan anggaran perencanaan pengembangan di D1 Tambatan Jaya dan D3 Suka Karya Desa Tampulang.
"Supaya dana dari pusat bisa turun untuk pengembangan di eks transmigrasi tersebut," ucapnya.
Sekarang ini tidak ada lagi permintaan dana dari pusat tanpa ada proposal. Jadi proposal yang diajukan itu berupa perencanaan.
Terkait hal itu pihaknya juga telah melaksanakan pertemuan dan mengetahui keluhan masyarakat pada dua lokasi tersebut.
"Kondisi usaha masyarakat sangat memprihatinkan dan apabila ada yang sakit, perawatnya tidak ada," terangnya.
Memang menurut dia, bidan dan perawatnya ada, namun rumah dinas bagi perawat dan bidan yang tidak ada. Sedangkan jumlah guru yang ada di desa sebanyak empat orang dan kondisi perumahan guru sudah tidak bisa dihuni lagi.
Begitu juga dengan kondisi sarana dan prasarana lainnya seperti rumah ibadah, hingga bangunan sekolahnya yang jumlah murid sebanyak 12 orang juga perlu perbaikan.
"Kami selaku wakil rakyat akan memperjuangkan agar kehidupan masyarakat di eks transmigrasi ini bisa lebih baik lagi," katanya di Buntok, Minggu.
Ia mengatakan, adanya langkah-langkah yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Barito Selatan dan pihaknya ini, agar masyarakat yang masih tersisa bermukim di dua daerah tersebut tetap bertahan dan tidak meninggalkan desa.
Menurutnya pada 2021 ini, pihaknya telah menyiapkan anggaran perencanaan pengembangan di D1 Tambatan Jaya dan D3 Suka Karya Desa Tampulang.
"Supaya dana dari pusat bisa turun untuk pengembangan di eks transmigrasi tersebut," ucapnya.
Sekarang ini tidak ada lagi permintaan dana dari pusat tanpa ada proposal. Jadi proposal yang diajukan itu berupa perencanaan.
Terkait hal itu pihaknya juga telah melaksanakan pertemuan dan mengetahui keluhan masyarakat pada dua lokasi tersebut.
"Kondisi usaha masyarakat sangat memprihatinkan dan apabila ada yang sakit, perawatnya tidak ada," terangnya.
Memang menurut dia, bidan dan perawatnya ada, namun rumah dinas bagi perawat dan bidan yang tidak ada. Sedangkan jumlah guru yang ada di desa sebanyak empat orang dan kondisi perumahan guru sudah tidak bisa dihuni lagi.
Begitu juga dengan kondisi sarana dan prasarana lainnya seperti rumah ibadah, hingga bangunan sekolahnya yang jumlah murid sebanyak 12 orang juga perlu perbaikan.
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Barito Selatan dukung langkah pemkab gandeng swasta optimalkan pembangunan
21 January 2026 17:25 WIB
Bupati Barsel: Kerja sama pemda dengan badan usaha instrumen strategis percepat pembangunan
21 January 2026 16:05 WIB
Bupati: Pemkab Barsel senantiasa buka ruang kemitraan konstruktif dengan insan pers
17 December 2025 15:53 WIB
Terpopuler - Barito Selatan
Lihat Juga
DPRD Barito Selatan dukung langkah pemkab gandeng swasta optimalkan pembangunan
21 January 2026 17:25 WIB
Bupati Barsel: Kerja sama pemda dengan badan usaha instrumen strategis percepat pembangunan
21 January 2026 16:05 WIB
Bupati: Pemkab Barsel senantiasa buka ruang kemitraan konstruktif dengan insan pers
17 December 2025 15:53 WIB