Dampak letusan Gunung Merapi dalam radius lima kilometer dari puncak
Jumat, 15 Januari 2021 12:01 WIB
Gunung Merapi mengalami guguran terlihat dari Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin (11/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Senin (11/1) pukul 06:00-12:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran sebanyak 49 kali dengan Amplitudo 4-29 mm dan Durasi 8-117 detik. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.)
Yogyakarta (ANTARA) - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 400 meter ke arah Kali Krasak.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya pada Jumat menyatakan bahwa Gunung Merapi satu kali meluncurkan guguran lava pijar selama periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB.
Selama periode pengamatan itu, BPPTKG juga mendeteksi 25 kali gempa guguran beramplitudo 4-12 mm dengan durasi 16-68 detik, dua kali gempa fase banyak beramplitudo 7-8 mm dengan durasi 8-9 detik, dan satu kali gempa tektonik jauh beramplitudo 9 mm dengan durasi 238 detik.
Menurut pengamatan BPPTKG, asap kawah tidak keluar dari puncak Gunung Merapi. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur di kawasan gunung api itu.
Selama pengamatan pada Kamis (14/1) pukul 18.00-24.00 WIB, BPPTKG mencatat 17 kali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur 600 meter ke arah Hulu Kali Krasak.
BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
Dampak letusan Gunung Merapi diperkirakan meliputi area dalam radius lima kilometer dari puncak.
BPPTKG meminta para pelaku usaha wisata dan pendaki tidak melakukan kegiatan kawasan yang rawan terdampak letusan Merapi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya pada Jumat menyatakan bahwa Gunung Merapi satu kali meluncurkan guguran lava pijar selama periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB.
Selama periode pengamatan itu, BPPTKG juga mendeteksi 25 kali gempa guguran beramplitudo 4-12 mm dengan durasi 16-68 detik, dua kali gempa fase banyak beramplitudo 7-8 mm dengan durasi 8-9 detik, dan satu kali gempa tektonik jauh beramplitudo 9 mm dengan durasi 238 detik.
Menurut pengamatan BPPTKG, asap kawah tidak keluar dari puncak Gunung Merapi. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur di kawasan gunung api itu.
Selama pengamatan pada Kamis (14/1) pukul 18.00-24.00 WIB, BPPTKG mencatat 17 kali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur 600 meter ke arah Hulu Kali Krasak.
BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
Dampak letusan Gunung Merapi diperkirakan meliputi area dalam radius lima kilometer dari puncak.
BPPTKG meminta para pelaku usaha wisata dan pendaki tidak melakukan kegiatan kawasan yang rawan terdampak letusan Merapi.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menhan Prabowo Subianto sampaikan belasungkawa korban erupsi Merapi
09 December 2023 14:18 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Fantastis! Rp214 miliar disita dalam kasus korupsi lahan transmigrasi Kaltim
26 March 2026 22:13 WIB