Kritik Tim Cook terhadap media sosial
Jumat, 29 Januari 2021 11:01 WIB
CEO Apple Tim Cook berpose dengan iPhone 12 Pro terbaru di Apple Park, Cupertino, California, Amerika Serikat, pada gambar yang dirilis Selasa (13/10/2020). Brooks Kraft/Apple Inc./Handout via REUTERS/AWW/djo (via REUTERS/BROOKS KRAFT/APPLE)
Jakarta (ANTARA) - CEO Apple Inc Tim Cook mengkritik praktik polarisasi dan penyebaran misinformasi di media sosial, langkah yang bisa mempertajam ketegangan mereka dengan Facebook.
Cook saat berpidato di konferensi "Computers, Privacy and Data Protection" mengatakan aplikasi mengumpulkan terlalu banyak informasi pribadi dan memprioritaskan konten soal teori konspirasi dan kekerasan, dikutip dari Reuters, Jumat.
"Saat ini disinformasi dan teori konspirasi merajalela, dibumbui oleh algoritma. Kita tidak bisa lagi pura-pura tidak tahu soal teori dalam dunia teknologi, yang mengatakan semua keterlibatan adalah bagus, makin lama makin bagus, semua bertujuan mengumpulkan data sebanyak mungkin," kata Cook.
Cook juga menyebut media sosial mengacaukan kepercayaan publik soal vaksin hingga mendukung pengguna untuk bergabung dengan grup ekstremis.
Baca juga: Tim Cook dan Mark Zuckerberg mengutuk kerusuhan di AS
"Sudah lewat waktunya berpura-pura pendekatan ini tidak menimbulkan akibat. Polarisasi, kehilangan kepercayaan, dan, ya, kekerasan. Dilema sosial tidak boleh dibiarkan menjadi bencana sosial," kata Cook.
Cook tidak menyebut Facebook, namun, dua raksasa teknologi itu sedang berselisih. Apple akan memberikan notifikasi privasi, yang diyakini industri periklanan digital hanya sedikit pengguna yang mengizinkan perangkat iklan target.
Facebook beberapa waktu lalu menuduh Apple melakukan praktik antikompetisi karena mereka membuat aplikasi berbayar dan bisnis iklan digital sendiri.
CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan Apple memiliki "setiap insentif untuk menggunakan posisi dominan mereka untuk mengganggu aplikasi kami dan aplikasi lainnya".
Berkaitan dengan pidato Tim Cook, Facebook menyatakan mereka yakin "Apple berperilaku antikompetisi dengan menggunakan kontrol mereka di App Store untuk meraup keuntungan dari pengembang aplikasi dan usaha kecil".
Baca juga: Penjualan iPhone di China sebabkan Tim Cook Apple dituntut pemegang saham
Baca juga: Mampukah iPhone SE bisa pikat pengguna Android?
Baca juga: Apple produksi pelindung wajah untuk pekerja medis
Cook saat berpidato di konferensi "Computers, Privacy and Data Protection" mengatakan aplikasi mengumpulkan terlalu banyak informasi pribadi dan memprioritaskan konten soal teori konspirasi dan kekerasan, dikutip dari Reuters, Jumat.
"Saat ini disinformasi dan teori konspirasi merajalela, dibumbui oleh algoritma. Kita tidak bisa lagi pura-pura tidak tahu soal teori dalam dunia teknologi, yang mengatakan semua keterlibatan adalah bagus, makin lama makin bagus, semua bertujuan mengumpulkan data sebanyak mungkin," kata Cook.
Cook juga menyebut media sosial mengacaukan kepercayaan publik soal vaksin hingga mendukung pengguna untuk bergabung dengan grup ekstremis.
Baca juga: Tim Cook dan Mark Zuckerberg mengutuk kerusuhan di AS
"Sudah lewat waktunya berpura-pura pendekatan ini tidak menimbulkan akibat. Polarisasi, kehilangan kepercayaan, dan, ya, kekerasan. Dilema sosial tidak boleh dibiarkan menjadi bencana sosial," kata Cook.
Cook tidak menyebut Facebook, namun, dua raksasa teknologi itu sedang berselisih. Apple akan memberikan notifikasi privasi, yang diyakini industri periklanan digital hanya sedikit pengguna yang mengizinkan perangkat iklan target.
Facebook beberapa waktu lalu menuduh Apple melakukan praktik antikompetisi karena mereka membuat aplikasi berbayar dan bisnis iklan digital sendiri.
CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan Apple memiliki "setiap insentif untuk menggunakan posisi dominan mereka untuk mengganggu aplikasi kami dan aplikasi lainnya".
Berkaitan dengan pidato Tim Cook, Facebook menyatakan mereka yakin "Apple berperilaku antikompetisi dengan menggunakan kontrol mereka di App Store untuk meraup keuntungan dari pengembang aplikasi dan usaha kecil".
Baca juga: Penjualan iPhone di China sebabkan Tim Cook Apple dituntut pemegang saham
Baca juga: Mampukah iPhone SE bisa pikat pengguna Android?
Baca juga: Apple produksi pelindung wajah untuk pekerja medis
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Cook dikabarkan pilih John Ternus jadi kandidat kuat CEO Apple selanjutnya
07 October 2025 19:16 WIB
CEO Apple, Tim Cook ajak Prabowo kerja sama di bidang pengembangan teknologi
17 April 2024 17:15 WIB, 2024
Menkominfo sebut Apple sambut positif tawaran bangun pabrik di Indonesia
17 April 2024 13:20 WIB, 2024
Penjualan iPhone di China sebabkan Tim Cook Apple dituntut pemegang saham
06 November 2020 13:03 WIB, 2020
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Delonix Hotel terapkan prinsip keberlanjutan berbasis sains dari EarthCheck
15 February 2026 9:38 WIB