Jakarta (ANTARA) - Mendekorasi rumah biasanya disesuaikan dengan selera pribadi seseorang, utamanya untuk menonjolkan karakter si pemilik rumah.

Meski demikian, tetap ada rambu-rambu dalam melakukannya, termasuk cara memasang karpet.   

Dalam keterangan pers, Sabtu, Atta Ul Karim, pemilik toko karpet langganan selebritas Toko Al Barkat Karpet menyebutkan ada sejumlah alasan karpet menjadi pilihan dekorasi.

Atta mengatakan karpet menjadi pilihan dekorasi karena sifatnya yang timeless.

"Dibanding kursi, karpet bisa bertahan hingga puluhan tahun. Selain digunakan sebagai alas duduk untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara karpet juga digunakan sebagai alas untuk salat dan ada juga yang menjadikannya pajangan. Karpet berkualitas bagus akan tahan lama. Contohnya karpet rajutan tangan semakin diinjak dia semakin bagus dan tahan lama," kata Atta.

Baca juga: Minimalis dan multifungsi jadi konsep hunian favorit milenial

Baca juga: Pemilihan cat dinding bisa pengaruhi kesehatan
   Atta Ul Karim bersama Baim Wong (ANTARA/HO) Setiap karpet memiliki ciri khas masing-masing negara.

"Misalnya karpet Iran ada yang dibuat dengan rajutan tangan atau handmade, menggunakan bahan wool (bulu domba) dan sutra. Karpet buatan tangan ini harganya mahal karena selain proses pengerjaan yang lama memakan waktu enam bulan hingga empat tahun, bahan yang digunakan juga merupakan bahan terbaik," katanya.

Karpet rajut biasanya cocok dijadikan pajangan. Karpet buatan tangan lebih esklusif karena produksinya dilakukan secara manual dirajut dan.

"Itu yang menjadikannya mahal, selain itu juga materialnyan yang didapatkan melalui bulu domba, sutra dan lain-lain," kata Atta mengatakan harga karpet biasanya ditentukan dari ukurannya, motif, dan bahan pewarnaan.

Dalam satu inci ada 180 ikat disulam, belum lagi bahannya. Kalau karpet rajutan tangan paling bagus berbahan sutra.

"Karpet itu kan seperti barang seni ya. Jadi nggak ada batasan harga, karena sama seperti lukisan. Ada aja lukisan yang Rp1 juta, ada aja yang Rp1 miliar," kata Atta sembari menyebutkan karpet terbaik adalah karpet Qom salah satu kota penghasil karpet rajutan tangan di Iran.

Sebelum memasang karpet, pastikan melakukan pengukuran lantai sehingga tidak salah menentukan ukuran karpet.

Setelah itu, pastikan memilih perabot yang cocok seperti pemilihan sofa dan pajangan dinding yang sesuai.

Untuk memasang pajangan dinding, bagilah dinding menjadi empat kuadran, dan jangan pernah membiarkan seninya lebih tinggi dari yang ketiga kecuali jika Anda membuat dinding galeri yang sangat besar.

"Sangat penting untuk selalu memiliki ruang terbuka di bagian atas, sama pentingnya dengan seni yang didasarkan pada furnitur di dekatnya sehingga tidak hanya mengambang sendiri," kata interior desainer Roxi Zeeman.

Karpet juga menjadi pilihan yang tepat untuk dekorasi ruangan karena perawatannya yang tidak sesulit merawat sofa.

"Cukup tiga minggu sekali karpet dijemur selama lima menit untuk membunuh kuman dan menjaga kualitas karpet. Kedua, ketika ketumpahan air atau cairan cukup ditepuk-tepuk pakai tisu atau lap (jangan diusap) untuk menyerap air pada karpet. Setiap delapan bulan sekali karpet bisa dicuci, tergantung jenis atau bahan karpet," kata Atta.

Menurut Atta, semakin lama karpet tidak dicuci maka akan semakin baik.

"Ada yang 4 tahun gak dicuci malah makin bagus, cukup bersihin pake vacum cleaner. Kalau bahan wool makin diinjak makin bagus juga malah," kata Atta.

Pewarta : Ida Nurcahyani
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024