
Tips menulis ala Eka Kurniawan

Jakarta (ANTARA) - Penulis Eka Kurniawan membagikan kiat belajar menulis, termasuk cara untuk memperdalam dan memperkaya tulisan, kepada para penulis pemula.
Sastrawan asal Jawa Barat itu mengatakan, penulis perlu membaca beragam buku dan tulisan orang lain untuk meningkatkan kemampuan.
"Cara terbaik untuk belajar jadi penulis ya kita membaca, artinya melihat apa sih yang ditulis orang lain, bagaimana mereka menulis kalimat, mereka menggambarkan sesuatu, pengalaman saya pribadi juga seperti itu," katanya di Jakarta, Kamis.
Penulis novel "Cantik itu Luka" itu juga menekankan pentingnya latihan untuk mengasah kemampuan menulis.
"Tapi, yang paling baik melihat sendiri barangnya. Seperti kamu belajar, kamu pingin jago lari, kamu larilah, atau berlari bersama orang yang memang pelari. Artinya itu kan mencoba transfer pengetahuan tetapi secara aktif kita," ia menjelaskan.
Eka mengemukakan bahwa peningkatan minat kaum muda untuk membaca buku dan kemudahan akses ke penerbit merupakan sinyal positif bagi para penulis untuk terus berkarya.
"Setidaknya pengalaman kami sendiri dengan beberapa penerbit, toko buku independen lahir di banyak tempat, artinya tetap tumbuh, tetap orang membaca buku fisik, bahkan ada kegiatan-kegiatan komunitas seperti klub baca," katanya.
Namun, Eka mengatakan, masih ada kesenjangan akses buku di Indonesia, antara lain karena keterbatasan ketersediaan perpustakaan dan sarana membaca buku di daerah-daerah tertentu.
Oleh karena itu, dia menyarankan pemerintah untuk mendukung penyediaan fasilitas perpustakaan sampai di desa-desa.
"Termasuk pemerintah bagaimana misalkan sampai ke desa-desa harusnya ada perpustakaan, toko buku, dan komunitas-komunitas baca," kata Eka.Eka Kurniawan antara lain menulis novel "Cantik itu Luka", "Lelaki Harimau", "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas", dan "O" serta buku kumpulan cerpen "Corat Coret di Toilet."
Pewarta : Sinta Ambarwati
Editor:
Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
