Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Jepang untuk sementara berhenti menggunakan aplikasi pesan singkat LINE, yang populer di negara tersebut.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, dikutip dari Reuters, Selasa, menyatakan pemerintah tidak menggunakan aplikasi tersebut untuk hal-hal yang berurusan dengan data sensitif.
"Pemerintah akan menghentikan penggunaan LINE ketika menangani informasi sensitif mulai sekarang dan segera membentuk satuan tugas. Akan ada panduan penggunaan dalam waktu dekat," kata Kato.
Keputusan tidak lagi menggunakan LINE di kalangan pemerintahan ini muncul setelah sejumlah media Jepang melaporkan empat orang teknisi di salah satu afiliasi aplikasi tersebut di Shanghai, diizinkan menyimpan mengakses server di Jepang mulai 2018.
Server tersebut memuat data-data milik pengguna, antara lain nama, nomor telepon dan alamat surat elektronik.
Setelah laporan tersebut beredar, juru bicara LINE mengatakan memblokir akses ke data pengguna bagi afiliasi mereka di China.
Baca juga: Kini pembayaran stiker Line bisa gunakan GoPay
Baca juga: Promosikan vaksin dan kesehatan, LINE gandeng IVI
Baca juga: Temani ngabuburit dengan tiga situs baca komik online
Pemerintah Jepang hentikan penggunaan LINE
Selasa, 30 Maret 2021 9:29 WIB
Line (REUTERS) (-)
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah jamin masa depan atlet berprestasi dengan pemberian bonus kesejahteraan
28 April 2026 16:50 WIB
Bupati Kotawaringin Barat: Transaksi non tunai wujudkan pemerintahan desa bersih
25 April 2026 17:04 WIB