Jangan dihubungkan dengan mistis, mungkin ini penyebab tanah makam meninggi
Rabu, 31 Maret 2021 14:51 WIB
Ahli geologi mengambil foto tumpukan tanah makam yang meninggi di Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (29/3/2021) (Antara/Arif Pribadi)
Padang (ANTARA) - Ahli Geofisika Universitas Andalas (Unand) Padang Badrul Mustafa memaparkan sejumlah kemungkinan penyebab meningginya tanah kuburan di Nagari Sungai Asam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
"Pertama harus dipastikan dulu meningginya tanah kuburan bukan ditimbun oleh manusia, sebab jika itu disengaja akan mudah dijumpai tanda-tandanya," kata Badrul Mustafa di Padang, Rabu.
Selanjutnya, kata Badrul, harus dilakukan penyelidikan secara geologi dengan cara digali satu lubang untuk menyelidiki jenis kandungan tanah tersebut.
"Bisa saja ada kemungkinan gas, karena masanya rapat sementara bumi semakin ke bawah kian berat, tentu yang ringan akan naik ke atas melalui rekahan," ujarnya.
Terkait adanya kemungkinan rekahan karena gempa, ia memastikan daerah tersebut bukan dilalui oleh patahan gempa bumi.
Selain itu, katanya, juga dapat dilakukan penyelidikan geofisika lewat metode geolistrik dengan peralatan tanpa melakukan pengeboran.
Ia juga meminta masyarakat tidak mengaitkan fenomena ini dengan hal mistis, karena bisa dijelaskan dengan penelitian dan ilmu pengetahuan penyebabnya.
Sebelumnya, warga Korong Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkuang, Kabupaten Padang Pariaman, dikejutkan dengan meningginya tanah kuburan di salah satu pemakaman di daerah itu.
"Saya belum mengetahui siapa yang dikuburkan di sana ," kata Wali Korong Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Anwar.
Ia mengatakan beberapa bulan lalu jumlah kuburan yang tinggi tersebut awalnya hanya satu dengan tinggi sekitar setengah meter, namun sekarang sudah tiga makam dengan tinggi sekitar 1,5 meter, lebar 3,5 meter dan panjang 3,5 meter.
Ia menyampaikan pihaknya baru mengetahui kondisi tersebut dalam sepekan terakhir dan sejak itu pemakaman di daerah itu banyak dikunjungi warga untuk melihat langsung kondisi kuburan yang semakin tinggi itu. "Bahkan, menurut keterangan ketua pemuda yang memantau sampai magrib, orang masih ramai," katanya.
Ia meminta warga atau pengunjung untuk tidak menghubungkan hal tersebut dengan hal mistis atau salah paham menanggapi kondisi makam tersebut.
"Pertama harus dipastikan dulu meningginya tanah kuburan bukan ditimbun oleh manusia, sebab jika itu disengaja akan mudah dijumpai tanda-tandanya," kata Badrul Mustafa di Padang, Rabu.
Selanjutnya, kata Badrul, harus dilakukan penyelidikan secara geologi dengan cara digali satu lubang untuk menyelidiki jenis kandungan tanah tersebut.
"Bisa saja ada kemungkinan gas, karena masanya rapat sementara bumi semakin ke bawah kian berat, tentu yang ringan akan naik ke atas melalui rekahan," ujarnya.
Terkait adanya kemungkinan rekahan karena gempa, ia memastikan daerah tersebut bukan dilalui oleh patahan gempa bumi.
Selain itu, katanya, juga dapat dilakukan penyelidikan geofisika lewat metode geolistrik dengan peralatan tanpa melakukan pengeboran.
Ia juga meminta masyarakat tidak mengaitkan fenomena ini dengan hal mistis, karena bisa dijelaskan dengan penelitian dan ilmu pengetahuan penyebabnya.
Sebelumnya, warga Korong Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkuang, Kabupaten Padang Pariaman, dikejutkan dengan meningginya tanah kuburan di salah satu pemakaman di daerah itu.
"Saya belum mengetahui siapa yang dikuburkan di sana ," kata Wali Korong Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Anwar.
Ia mengatakan beberapa bulan lalu jumlah kuburan yang tinggi tersebut awalnya hanya satu dengan tinggi sekitar setengah meter, namun sekarang sudah tiga makam dengan tinggi sekitar 1,5 meter, lebar 3,5 meter dan panjang 3,5 meter.
Ia menyampaikan pihaknya baru mengetahui kondisi tersebut dalam sepekan terakhir dan sejak itu pemakaman di daerah itu banyak dikunjungi warga untuk melihat langsung kondisi kuburan yang semakin tinggi itu. "Bahkan, menurut keterangan ketua pemuda yang memantau sampai magrib, orang masih ramai," katanya.
Ia meminta warga atau pengunjung untuk tidak menghubungkan hal tersebut dengan hal mistis atau salah paham menanggapi kondisi makam tersebut.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Calon haji diimbau prioritaskan kesehatan fisik sebelum keberangkatan ke Tanah Suci
01 April 2026 17:54 WIB
Polisi bongkar penyelundupan 1,7 Ton minyak tanah di NTT, pelaku terancam 6 tahun
17 March 2026 21:56 WIB
Dukung Asta Cita Presiden, Gubernur hibahkan 20 Ha tanah pribadi untuk Sekolah Garuda
08 March 2026 17:38 WIB
Pemkab Barut komitmen pengadaan tanah Jembatan Lahei transparan dan berkeadilan
26 February 2026 21:38 WIB