Pemerintah diminta cermati peningkatan kasus COVID-19 di negara lain
Rabu, 14 April 2021 18:00 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani hadir dalam pertemuan Prepatory Committee for The 13 Summit of Women Speakers of Parliament (13SWSP) yang berlangsung secara virtual, Senin (12/4) malam. (DPR RI)
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mencermati peningkatan kasus COVID-19 di beberapa negara, seperti India, dengan harapan tidak lengah menghadapi perkembangan pandemi itu.
"Peningkatan kasus seperti di India setelah penularan kasus dilaporkan menurun, jangan sampai terjadi di Indonesia. Di beberapa negara juga mulai ada peningkatan kasus yang sama, kurva penularan naik lagi," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan pengalaman-pengalaman beberapa negara ketika kasus penularan COVID-19 kembali meningkat, harus menjadi pelajaran pemerintah dalam penanganan pandemi.
Baca juga: Ketua DPR Puan Maharani peroleh gelar adat Ratu Mustika Kartadilaga
Menurut dia, meskipun sudah ada vaksinasi, jangan lengah dengan melonggarkan kebijakan dan jangan mengambil risiko yang memicu peningkatan kasus.
Puan memberi perhatian khusus pada perkembangan penanganan COVID-19 karena ada semacam euforia setelah belakangan penularan kasus tercatat menurun.
“Kita gembira mendengar bangsal-bangsal perawatan mulai kosong, tenaga kesehatan mulai bisa bernapas. Tapi itu bukan alasan untuk melonggarkan perang melawan COVID-19," ujarnya.
Baca juga: Puan Maharani harap lembaga penyiaran jadi media mencerdaskan bangsa
Politikus PDI Perjuangan itu meminta pemerintah pusat dan jajarannya terus disiplin menegakkan protokol kesehatan, apalagi di tengah banyaknya acara keagamaan di bulan Ramadhan.
Dia menilai kewajiban memakai masker dan menjaga jarak serta membatasi kerumunan harus dijalankan secara disiplin.
Puan juga mengingatkan pemerintah agar konsisten dengan kebijakan larangan mudik tahun ini karena bisa jadi pemicu naiknya angka penularan kasus COVID-19.
“Atur sampai hal yang rinci, jangan sampai ada larangan, tapi mobilitas warga untuk berlebaran di kampung tetap tinggi," katanya.
Baca juga: Polri diminta tingkatkan kewaspadaan usai aksi penyerangan
Baca juga: Poster deklarasi Capres-Cawapres 2024 Puan Maharani-Moeldoko hoaks
Baca juga: Bareskrim tolak laporan Pemuda Minang terhadap Puan Maharani
"Peningkatan kasus seperti di India setelah penularan kasus dilaporkan menurun, jangan sampai terjadi di Indonesia. Di beberapa negara juga mulai ada peningkatan kasus yang sama, kurva penularan naik lagi," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan pengalaman-pengalaman beberapa negara ketika kasus penularan COVID-19 kembali meningkat, harus menjadi pelajaran pemerintah dalam penanganan pandemi.
Baca juga: Ketua DPR Puan Maharani peroleh gelar adat Ratu Mustika Kartadilaga
Menurut dia, meskipun sudah ada vaksinasi, jangan lengah dengan melonggarkan kebijakan dan jangan mengambil risiko yang memicu peningkatan kasus.
Puan memberi perhatian khusus pada perkembangan penanganan COVID-19 karena ada semacam euforia setelah belakangan penularan kasus tercatat menurun.
“Kita gembira mendengar bangsal-bangsal perawatan mulai kosong, tenaga kesehatan mulai bisa bernapas. Tapi itu bukan alasan untuk melonggarkan perang melawan COVID-19," ujarnya.
Baca juga: Puan Maharani harap lembaga penyiaran jadi media mencerdaskan bangsa
Politikus PDI Perjuangan itu meminta pemerintah pusat dan jajarannya terus disiplin menegakkan protokol kesehatan, apalagi di tengah banyaknya acara keagamaan di bulan Ramadhan.
Dia menilai kewajiban memakai masker dan menjaga jarak serta membatasi kerumunan harus dijalankan secara disiplin.
Puan juga mengingatkan pemerintah agar konsisten dengan kebijakan larangan mudik tahun ini karena bisa jadi pemicu naiknya angka penularan kasus COVID-19.
“Atur sampai hal yang rinci, jangan sampai ada larangan, tapi mobilitas warga untuk berlebaran di kampung tetap tinggi," katanya.
Baca juga: Polri diminta tingkatkan kewaspadaan usai aksi penyerangan
Baca juga: Poster deklarasi Capres-Cawapres 2024 Puan Maharani-Moeldoko hoaks
Baca juga: Bareskrim tolak laporan Pemuda Minang terhadap Puan Maharani
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Momentum Hari Kartini, Puan ajak perempuan berani bersuara lawan kekerasan
21 April 2025 14:04 WIB, 2025
Puan Maharani beri cinderamata baju wayang dari batik ke Paus Fransiskus
08 February 2025 16:27 WIB, 2025
Ini profil Puan Maharani yang terpilih kembali jadi Ketua DPR 2024-2029
04 October 2024 8:46 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB