Fitur timelapse pada Google Earth soroti perubahan iklim
Minggu, 18 April 2021 14:14 WIB
Logo Google di kantor Google Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)
Jakarta (ANTARA) - Google Earth pada Kamis menambahkan fitur timelapse ke platform populer, memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana perubahan iklim, urbanisasi, dan deforestasi telah mengubah planet ini selama empat dekade terakhir.
Dibuat dengan 24 juta citra satelit, bersama dengan 800 video yang dikurasi dan panduan interaktif, fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat timelapse dari setiap tempat di planet ini, menggunakan masukan dari NASA, program Landsat Survei Geologi AS, dan program Copernicus Uni Eropa.
Dilansir Reuters, Minggu, perubahan iklim menyebabkan banjir yang lebih sering dan parah, kekeringan, badai dan gelombang panas karena suhu global rata-rata naik ke rekor baru.
Alat timelapse Google Earth menunjukkan perubahan garis pantai, perluasan lanskap kota dan lahan pertanian, serta resesi gletser, hutan, dan sungai secara bersamaan.
Satu video menunjukkan transisi cepat hutan dekat Bolivia menjadi desa dan pertanian, penyebab utama deforestasi di hutan hujan Amazon, sementara yang lain menunjukkan resesi Gletser Columbia di Alaska sejauh 20 kilometer karena pemanasan global.
Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa peningkatan emisi global gas rumah kaca dapat menyebabkan kondisi cuaca ekstrem dan risiko bencana alam yang lebih tinggi.
Dibuat dengan 24 juta citra satelit, bersama dengan 800 video yang dikurasi dan panduan interaktif, fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat timelapse dari setiap tempat di planet ini, menggunakan masukan dari NASA, program Landsat Survei Geologi AS, dan program Copernicus Uni Eropa.
Dilansir Reuters, Minggu, perubahan iklim menyebabkan banjir yang lebih sering dan parah, kekeringan, badai dan gelombang panas karena suhu global rata-rata naik ke rekor baru.
Alat timelapse Google Earth menunjukkan perubahan garis pantai, perluasan lanskap kota dan lahan pertanian, serta resesi gletser, hutan, dan sungai secara bersamaan.
Satu video menunjukkan transisi cepat hutan dekat Bolivia menjadi desa dan pertanian, penyebab utama deforestasi di hutan hujan Amazon, sementara yang lain menunjukkan resesi Gletser Columbia di Alaska sejauh 20 kilometer karena pemanasan global.
Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa peningkatan emisi global gas rumah kaca dapat menyebabkan kondisi cuaca ekstrem dan risiko bencana alam yang lebih tinggi.
Pewarta : Fathur Rochman
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Swiss-Belhotel Danum gelar Earth Hour, dukung perlindungan terhadap lingkungan
24 March 2025 8:07 WIB
Berikut rangkaian tur dunia Trio Wave to Earth yang bertajuk 'flaws and all' 2024
24 January 2024 13:39 WIB, 2024
Netflix klarifikasi jadwal luncurkan drama 'Goodbye Earth' Yoo Ah-in
12 December 2023 8:25 WIB, 2023