Vodafone dan Google Clouds bekerja sama untuk analisis data
Senin, 3 Mei 2021 8:01 WIB
Layanan telepon Vodafone (ANTARA News) (Istimewa)
Jakarta (ANTARA) - Operator seluler Vodafone Group Plc dan Google Cloud Alphabet Inc memasuki kemitraan strategis untuk bersama-sama mengembangkan layanan data, kata Vodafone dikutip dari Reuters, Senin.
Sekitar 1.000 pekerja di Inggris, Spanyol dan Amerika Serikat akan diminta oleh kedua perusahaan untuk membuat "Nucleus", penyimpanan berbasis cloud dan portal analitik baru yang akan menampung data Vodafone.
Nucleus akan mampu memproses sekitar 50 terabyte data sehari di dalam cloud, kata Vodafone dalam sebuah pernyataan.
"Kedua perusahaan akan mendorong penggunaan analisis, wawasan, dan pembelajaran data yang andal dan aman untuk mendukung pengenalan produk dan layanan digital baru bagi pelanggan Vodafone secara bersamaan di seluruh dunia," tambah pernyataan itu.
Google tidak menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar lebih lanjut.
Berita itu pertama kali dilaporkan oleh Financial Times (FT) pada hari Minggu (2/5).
Sebagai bagian dari perjanjian enam tahun, kedua perusahaan juga akan mengembangkan sistem yang disebut "Dynamo", yang dapat mengekstrak dan mengangkut data di berbagai negara tempat perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Inggris tersebut beroperasi.
Menurut laporan FT, kedua perusahaan juga ingin menjual layanan konsultasi ke bisnis multinasional lainnya yang ingin memindahkan data dalam jumlah besar ke cloud di masa mendatang.
Sekitar 1.000 pekerja di Inggris, Spanyol dan Amerika Serikat akan diminta oleh kedua perusahaan untuk membuat "Nucleus", penyimpanan berbasis cloud dan portal analitik baru yang akan menampung data Vodafone.
Nucleus akan mampu memproses sekitar 50 terabyte data sehari di dalam cloud, kata Vodafone dalam sebuah pernyataan.
"Kedua perusahaan akan mendorong penggunaan analisis, wawasan, dan pembelajaran data yang andal dan aman untuk mendukung pengenalan produk dan layanan digital baru bagi pelanggan Vodafone secara bersamaan di seluruh dunia," tambah pernyataan itu.
Google tidak menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar lebih lanjut.
Berita itu pertama kali dilaporkan oleh Financial Times (FT) pada hari Minggu (2/5).
Sebagai bagian dari perjanjian enam tahun, kedua perusahaan juga akan mengembangkan sistem yang disebut "Dynamo", yang dapat mengekstrak dan mengangkut data di berbagai negara tempat perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Inggris tersebut beroperasi.
Menurut laporan FT, kedua perusahaan juga ingin menjual layanan konsultasi ke bisnis multinasional lainnya yang ingin memindahkan data dalam jumlah besar ke cloud di masa mendatang.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SMP Negeri 11 Palangka Raya jadi sekolah rujukan Google ke-5 perkuat literasi digital
01 February 2026 16:50 WIB
Google hentikan fitur pemutaran latar belakang YouTube untuk pengguna gratis
01 February 2026 13:43 WIB
Disdik Palangka Raya dorong sekolah rujukan jadi pusat replikasi pembelajaran digital
15 January 2026 16:00 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Komdigi luncurkan program penguatan kompetensi keamanan siber bagi generasi muda
01 February 2026 15:04 WIB
Google hentikan fitur pemutaran latar belakang YouTube untuk pengguna gratis
01 February 2026 13:43 WIB