Logo Header Antaranews Kalteng

SDN 13 Palangka raih status sekolah rujukan Google

Sabtu, 24 Januari 2026 13:03 WIB
Image Print
Guru SDN 13 Palangka berfoto bersama setelah dinobatkan sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) sekaligus menjadi sekolah keempat di di daerah setempat pada, Jumat (24/1/2026). ANTARA/HO-Disdik Kota Palangka Raya.

Palangka Raya (ANTARA) - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Palangka resmi ditetapkan sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) pada Jumat (23/1/2026), sekaligus menjadi sekolah keempat di kota setempat yang meraih pengakuan prestisius dari Google for Education.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, di Palangka Raya, Sabtu, mengatakan penetapan tersebut merupakan bukti komitmen satuan pendidikan dalam mendorong transformasi digital pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Status Kandidat Sekolah Rujukan Google ini menunjukkan kesiapan SDN 13 Palangka dalam mengintegrasikan teknologi digital secara optimal ke dalam proses belajar mengajar, sekaligus sejalan dengan visi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam peningkatan mutu pendidikan,” kata Vico.

Dengan penetapan tersebut, SDN 13 Palangka menyusul tiga sekolah lain yang lebih dahulu menyandang status Sekolah Rujukan Google di Kota Palangka Raya, yakni SMP Negeri 6 Palangka Raya, SD Negeri 4 Menteng, dan SD Negeri 5 Menteng.

Sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google, SDN 13 Palangka dinilai telah melampaui standar pemanfaatan Google Workspace for Education serta penggunaan perangkat Chromebook dalam mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berbasis proyek.

Dia menjelaskan, keberhasilan SDN 13 Palangka tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, khususnya tenaga pendidik yang telah mengantongi sertifikasi internasional Google Certified Educator (GCE).

“Guru-guru yang tersertifikasi GCE memiliki kompetensi dalam memanfaatkan berbagai platform digital seperti Google Classroom, Google Drive, Google Docs, hingga Google Meet. Hal ini memastikan teknologi benar-benar digunakan sebagai sarana pembelajaran yang produktif, bukan sekadar pelengkap,” ujarnya.

Menurut dia, status tersebut diharapkan menjadikan SDN 13 Palangka sebagai pusat studi tiru bagi sekolah lain, baik di Palangka Raya maupun di wilayah Kalimantan Tengah, dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi.

“Ke depan, kami berharap capaian ini dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk ikut bergerak dalam penguatan literasi digital, sehingga pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi dapat terwujud,” kata Vico.

Dengan pencapaian tersebut, SDN 13 Palangka siap berkontribusi dalam mencetak generasi peserta didik yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026