Palangka Raya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah mencatat indeks harga konsumen di provinsi setempat selama April 2021 kembali alami inflasi 0,12 persen, dengan laju tahun kalender 0,54 persen, serta tingkat inflasi tahun ke tahun 1,33 persen.

Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro saat press rilis di Palangka Raya, Senin, mengatakan terjadinya inflasi itu berdasarkan gabungan dua kota acuan yang menjadi lokasi perhitungan indeks harga konsumen di provinsi ini, yakni Palangka Raya dan Sampit.

"Indeks harga konsumen di Palangka Raya memang deflasi 0,06 persen, tapi di Sampit terjadi inflasi sebesar 0,44 persen selama April 2021," ucapnya.

Terjadinya inflasi di Kota Sampit, lanjut dia, dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok kesehatan sekitar 22,08 persen, kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran 0,79 persen, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sekitar 0,25.

Sedangkan untuk komoditas penyumbang inflasi di Kota Sampit, yakni Tarif Rumah Sakit 0,46 persen, Es 0,05 persen, minyak goreng 0,03 persen, udang basah 0,02 persen, televisi berwarna 0,02 persen, Apel 0,02 persen, Semangka 0,02 persen, Angkutan Udara 0,01 persen, Tomat 0,01 persen, dan Terong 0,01 persen.

"Kota Sampit berada di peringkat 17 dari 70 kota di Indonesia yang alami inflasi selama April 2021," beber Marsoro.

Baca juga: NTP Kalteng selama Februari 2021 lebih rendah dari NTUP

Dia menyebut dari 12 kota pantauan indeks harga konsumen di Pulau Kalimantan, delapan kota alami inflasi dan empat kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 0,73 persen, diikuti Sampit 0,44 persen, dan Samarinda 0,26 persen.

Sementara deflasi tertinggi di Pulau Kalimantan terjadi di Banjarmasin sebesar 0,22 persen, disusul Tanjung Selor 0,15 persen, Tanjung 0,07 persen, dan Kota Palangka Raya 0.06 persen.

Untuk Indeks harga konsumen cukup tinggi terjadi di Sintang 111,32, diikuti oleh Kotabaru 108,75 dan Tanjung 107,31.

"Indeks harga konsumen di Kalimantan Tengah berada dilevel moderat, sebagaimana terlihat di Palangka Raya (105,70) dan Sampit (106,09)," demikian Eko.

Baca juga: Cabai rawit penyumbang tertinggi inflasi di Kalteng selama Maret 2021

Baca juga: Peningkatan frekuensi penerbangan tak sejalan dengan jumlah penumpang

Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader : Admin 3
Copyright © ANTARA 2024