Indonesia masuk daftar negara pemberi bonus terbesar pada atlet peraih medali
Rabu, 11 Agustus 2021 10:48 WIB
Pasangan ganda puteri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medali emas cabang olahraga bulutangkis pada Olimpiade Tokyo, Senin 2 Agustus 2021 (Foto: ANTARA/Istimewa)
Jakarta (ANTARA) - Indonesia masuk dalam jajaran negara-negara yang memberikan bonus terbanyak kepada para atlet peraih medali emas di ajang Olimpiade.
Indonesia berada di posisi kelima di dunia dan kedua tertinggi di Asia Tenggara sebagai negara yang berani menggelontorkan bonus mencapai Rp5 miliar kepada setiap atlet peraih emas Olimpiade.
Hanya satu keping emas yang dibawa pulang Indonesa dari Tokyo lewat Greysia Polii/Apriyani Rahayu di cabang bulu tangkis. Kedua atlet diperkirakan bakal menerima masing-masing Rp5 miliar, jumlah yang sama dengan yang diterima peraih emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.
Berdasarkan laporan Forbes, Singapura menjadi negara yang menjanjikan bonus dengan nilai yang fantastis, yakni mencapai 738.000 dolar AS atau sekitar Rp10,6 miliar. Namun tidak ada atlet Singapura yang berhasil membawa medali dari Olimpiade Tokyo 2020.
Taiwan berada di posisi kedua dengan bonus hingga 719 ribu dolar AS atau setara Rp10,3 miliar.
Sementara itu, kontingen Amerika Serikat yang menjadi juara umum di Tokyo akan menerima bonus masing-masing 37.500 dolar AS (Rp540 juta) untuk peraih emas, 22.500 dolar AS (Rp320 juta) bagi peraih perak, dan 15.000 dolar AS (Rp215 juta) kepada peraih perunggu.
Dalam penampilannya di Olimpiade Tokyo, kontingen AS mengumpulkan 39 medali emas, 41 perak dan 33 perunggu sehingga total bonus yang akan dikeluarkan adalah sekitar 7,84 juta dolar AS.
Australia menjadi salah satu negara yang paling sedikit memberikan insentif kepada para atletnya yang meraih medali Olimpiade.
Australia yang finis di posisi keenam di Tokyo dengan raihan 17 emas, tujuh perak, dan 22 perunggu hanya akan menggelontorkan bonus 20.000 dolar AS (Rp287 juta) kepada peraih emas, 15.000 dolar AS (Rp215 juta) kepada peraih perak, dan 10.000 dolar AS (Rp144 juta) kepada peraih perunggu.
Perenang Australia Emma McKeon menjadi atlet tersukses membawa pulang medali terbanyak dengan perolehan empat emas dan tiga perunggu dalam Olimpiade Tokyo.
Sementara China belum merilis nominal bonus yang akan dikeluarkan kepada para atlet peraih medali di Tokyo. Namun China memberikan insentif sebesar 51.000 dolar AS kepada peraih medali di Beijing 2008.
Meski demikian tidak semua negara memberikan bonus atas pencapaian setiap atletnya. Beberapa negara yang tidak memberikan sepeser pun kepada atletnya antara lain Inggris Raya, Selandia Baru, Norwegia, dan Swedia.
Berikut daftar bonus yang didapat atlet peraih medali emas Olimpiade di beberapa negara, sebagaimana dilaporkan Forbes:
Singapura Rp10,6 miliar
Taiwan Rp10,3 miliar
Hong Kong Rp9 miliar
Turki Rp5,4 miliar
Indonesia Rp5 miliar
Malaysia Rp3,5 miliar
Italia Rp3 miliar
Spanyol Rp1,5 miliar
Prancis Rp1 miliar
China Rp735 juta
Jepang Rp645 juta
AS Rp540 juta
Australia Rp215 juta
Indonesia berada di posisi kelima di dunia dan kedua tertinggi di Asia Tenggara sebagai negara yang berani menggelontorkan bonus mencapai Rp5 miliar kepada setiap atlet peraih emas Olimpiade.
Hanya satu keping emas yang dibawa pulang Indonesa dari Tokyo lewat Greysia Polii/Apriyani Rahayu di cabang bulu tangkis. Kedua atlet diperkirakan bakal menerima masing-masing Rp5 miliar, jumlah yang sama dengan yang diterima peraih emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.
Berdasarkan laporan Forbes, Singapura menjadi negara yang menjanjikan bonus dengan nilai yang fantastis, yakni mencapai 738.000 dolar AS atau sekitar Rp10,6 miliar. Namun tidak ada atlet Singapura yang berhasil membawa medali dari Olimpiade Tokyo 2020.
Taiwan berada di posisi kedua dengan bonus hingga 719 ribu dolar AS atau setara Rp10,3 miliar.
Sementara itu, kontingen Amerika Serikat yang menjadi juara umum di Tokyo akan menerima bonus masing-masing 37.500 dolar AS (Rp540 juta) untuk peraih emas, 22.500 dolar AS (Rp320 juta) bagi peraih perak, dan 15.000 dolar AS (Rp215 juta) kepada peraih perunggu.
Dalam penampilannya di Olimpiade Tokyo, kontingen AS mengumpulkan 39 medali emas, 41 perak dan 33 perunggu sehingga total bonus yang akan dikeluarkan adalah sekitar 7,84 juta dolar AS.
Australia menjadi salah satu negara yang paling sedikit memberikan insentif kepada para atletnya yang meraih medali Olimpiade.
Australia yang finis di posisi keenam di Tokyo dengan raihan 17 emas, tujuh perak, dan 22 perunggu hanya akan menggelontorkan bonus 20.000 dolar AS (Rp287 juta) kepada peraih emas, 15.000 dolar AS (Rp215 juta) kepada peraih perak, dan 10.000 dolar AS (Rp144 juta) kepada peraih perunggu.
Perenang Australia Emma McKeon menjadi atlet tersukses membawa pulang medali terbanyak dengan perolehan empat emas dan tiga perunggu dalam Olimpiade Tokyo.
Sementara China belum merilis nominal bonus yang akan dikeluarkan kepada para atlet peraih medali di Tokyo. Namun China memberikan insentif sebesar 51.000 dolar AS kepada peraih medali di Beijing 2008.
Meski demikian tidak semua negara memberikan bonus atas pencapaian setiap atletnya. Beberapa negara yang tidak memberikan sepeser pun kepada atletnya antara lain Inggris Raya, Selandia Baru, Norwegia, dan Swedia.
Berikut daftar bonus yang didapat atlet peraih medali emas Olimpiade di beberapa negara, sebagaimana dilaporkan Forbes:
Singapura Rp10,6 miliar
Taiwan Rp10,3 miliar
Hong Kong Rp9 miliar
Turki Rp5,4 miliar
Indonesia Rp5 miliar
Malaysia Rp3,5 miliar
Italia Rp3 miliar
Spanyol Rp1,5 miliar
Prancis Rp1 miliar
China Rp735 juta
Jepang Rp645 juta
AS Rp540 juta
Australia Rp215 juta
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disnakertrans Pulang Pisau ingatkan pemberi kerja wajib daftarkan pekerja ke BPJS
24 October 2025 18:12 WIB
Bupati Bartim: Staf Ahli berperan identifikasi isu strategis dan pemberi solusi
03 September 2025 20:03 WIB
Semarang terapkan aturan pemberi uang ke pengemis terancam denda Rp1 juta
03 October 2022 21:20 WIB, 2022
Terdakwa pemberi suap Bupati nonaktif Dodi Reza Alex dituntut 3 tahun penjara
17 February 2022 18:44 WIB, 2022
BPJAMSOSTEK-Kejari se-Kalteng kerja sama tingkatkan kepatuhan pemberi kerja
15 October 2021 6:33 WIB, 2021
Polisi selidiki pemberi wafer berisi potongan silet dan isi staples di Jember
02 August 2021 22:51 WIB, 2021
KPK periksa tersangka Deky Aryanto selaku rekanan pemberi suap Bupati Kutai Timur
04 July 2020 23:24 WIB, 2020