Seorang pemuda terduga teroris di Banjarmasin berhasil diamankan
Rabu, 22 Desember 2021 15:54 WIB
Anggota Brimob Polda Kalsel bersenjata lengkap mengamankan lokasi penggerebekan oleh tim Densus 88 Antiteror Polri. (ANTARA/Firman)
Banjarmasin (ANTARA) - Densus 88 Antiteror mengamankan seorang pemuda di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu, karena diduga terlibat jaringan terorisme ataupun terpapar paham radikal.
Berdasarkan pantauan ANTARA di sekitar rumah terduga teroris Jalan Simpang Kuin Selatan Gang Seroja, Kecamatan Banjarmasin Barat sekitar pukul 09.00 WITA, sejumlah anggota Brimob Polda Kalsel bersenjata lengkap mengamankan lokasi penggerebekan oleh tim Densus 88.
Sekitar lebih kurang satu jam, polisi kemudian meninggalkan lokasi dan membawa sebuah tas, senjata tajam, dan baju gamis.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa'i yang dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi terkait kegiatan Densus 88 tersebut.
"Nanti kalau ada info lengkapnya kami sampaikan, mohon waktunya," ujar dia singkat.
Sementara dari informasi pihak orangtua yang anaknya diamankan, NI mengaku, anaknya dibawa dari lokasi bekerja di daerah Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.
"Anak saya MNR (22) kata polisi diduga terlibat terorisme jadi dibawa. Semoga tuduhan itu tidak benar, karena anak saya ini baik dan sehari-harinya hanya bekerja dan kadang berlatih pencak silat," katanya pula.
Berdasarkan pantauan ANTARA di sekitar rumah terduga teroris Jalan Simpang Kuin Selatan Gang Seroja, Kecamatan Banjarmasin Barat sekitar pukul 09.00 WITA, sejumlah anggota Brimob Polda Kalsel bersenjata lengkap mengamankan lokasi penggerebekan oleh tim Densus 88.
Sekitar lebih kurang satu jam, polisi kemudian meninggalkan lokasi dan membawa sebuah tas, senjata tajam, dan baju gamis.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa'i yang dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi terkait kegiatan Densus 88 tersebut.
"Nanti kalau ada info lengkapnya kami sampaikan, mohon waktunya," ujar dia singkat.
Sementara dari informasi pihak orangtua yang anaknya diamankan, NI mengaku, anaknya dibawa dari lokasi bekerja di daerah Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.
"Anak saya MNR (22) kata polisi diduga terlibat terorisme jadi dibawa. Semoga tuduhan itu tidak benar, karena anak saya ini baik dan sehari-harinya hanya bekerja dan kadang berlatih pencak silat," katanya pula.
Pewarta : Firman
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PKK Barut dan Densus sosialisasikan pencegahan radikalisme kepada pelajar
25 February 2026 21:12 WIB
TP PKK Barito Utara perkuat keluarga cegah radikalisme pada anak dan remaja
19 February 2026 13:16 WIB
Disdik Palangka Raya--Densus 88 perkuat pencegahan paham IRET di lingkungan SMP
21 January 2026 17:53 WIB
Disdik Palangka Raya tanamkan nilai toleransi lewat pendidikan karakter kebhinnekaan
11 November 2025 18:47 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB