Eiger siap hadirkan koleksi NFT 'Riki The Tiger'
Minggu, 13 Maret 2022 18:16 WIB
Eiger bersiap hadirkan koleksi NFT "Riki The Tiger" (ANTARA/HO/Eiger)
Jakarta (ANTARA) - Jenama produk kegiatan luar ruangan, Eiger, mengumumkan bahwa dalam waktu dekat akan ikut meramaikan ekosistem NFT (Non Fungible Token) dengan merilis koleksi NFT pertama mereka.
Koleksi NFT pertama itu akan menonjolkan karakter utama bernama Riki The Tiger.
“Terjun ke dunia NFT merupakan hal baru bagi EIGER dan ini sejalan dengan salah satu strategi bisnis yang sedang dijalani yaitu pemanfaatan teknologi guna memberikan pengalaman baru bagi konsumen,” ujar CEO PT Eigerindo Multi Produk Industri Christian H. Sarsono dalam keterangan persnya, Jumat.
Aset NFT yang akan diluncurkan Eiger itu merupakan hasil kolaborasi sebuah rumah produksi dan NFT launchpad asal Bandung yaitu Project137.
Riki The Tiger yang akan menjadi karakter utama dalam koleksi NFT pertama Eiger itu terinspirasi dari hewan khas Indonesia yang terancam punah yaitu harimau.
Pemilik aset nantinya dapat mengganti atribut karakter dengan pakaian ataupun aksesoris yang terinspirasi dari produk-produk EIGER Adventure.
General Manager E-Commerce EIGER Adventure Jason Wuysang menyebutkan koleksi NFT Eiger ini nantinya akan dijual dengan jumlah terbatas melalui platform OpenSea pada tahun ini.
Jason menjelaskan bahwa sebagai bentuk komitmen Eiger dalam melestarikan lingkungan dan alam, sebagian dari hasil pendapatan dari proyek kolaborasi ini akan disumbangkan untuk membantu konservasi hewan liar di Indonesia.
Tidak hanya itu saja, para pemilik aset NFT kolaborasi antara EIGER dan Project137 akan menerima banyak keuntungan baik itu pada platform daring maupun secara langsung.
“Kolaborasi ini merupakan salah satu cara EIGER mengadaptasi perkembangan teknologi saat ini dalam membangun jembatan menuju Web 3 dan Metaverse. Kedepannya, tidak menutup kemungkinan EIGER akan berkolaborasi dengan lebih banyak pihak guna mendukung perkembangan industri kreatif dan digital di Indonesia,” tutup Jason.
Koleksi NFT pertama itu akan menonjolkan karakter utama bernama Riki The Tiger.
“Terjun ke dunia NFT merupakan hal baru bagi EIGER dan ini sejalan dengan salah satu strategi bisnis yang sedang dijalani yaitu pemanfaatan teknologi guna memberikan pengalaman baru bagi konsumen,” ujar CEO PT Eigerindo Multi Produk Industri Christian H. Sarsono dalam keterangan persnya, Jumat.
Aset NFT yang akan diluncurkan Eiger itu merupakan hasil kolaborasi sebuah rumah produksi dan NFT launchpad asal Bandung yaitu Project137.
Riki The Tiger yang akan menjadi karakter utama dalam koleksi NFT pertama Eiger itu terinspirasi dari hewan khas Indonesia yang terancam punah yaitu harimau.
Pemilik aset nantinya dapat mengganti atribut karakter dengan pakaian ataupun aksesoris yang terinspirasi dari produk-produk EIGER Adventure.
General Manager E-Commerce EIGER Adventure Jason Wuysang menyebutkan koleksi NFT Eiger ini nantinya akan dijual dengan jumlah terbatas melalui platform OpenSea pada tahun ini.
Jason menjelaskan bahwa sebagai bentuk komitmen Eiger dalam melestarikan lingkungan dan alam, sebagian dari hasil pendapatan dari proyek kolaborasi ini akan disumbangkan untuk membantu konservasi hewan liar di Indonesia.
Tidak hanya itu saja, para pemilik aset NFT kolaborasi antara EIGER dan Project137 akan menerima banyak keuntungan baik itu pada platform daring maupun secara langsung.
“Kolaborasi ini merupakan salah satu cara EIGER mengadaptasi perkembangan teknologi saat ini dalam membangun jembatan menuju Web 3 dan Metaverse. Kedepannya, tidak menutup kemungkinan EIGER akan berkolaborasi dengan lebih banyak pihak guna mendukung perkembangan industri kreatif dan digital di Indonesia,” tutup Jason.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zaskia Sungkar perkenalkan koleksi busana "Imperial Reverie" edisi Lebaran
01 February 2026 11:52 WIB
Adidas gandeng seniman Bali untuk hadirkan koleksi bertema keindahan alam
06 December 2024 21:54 WIB, 2024
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Menkomdigi tekankan budaya bersih sebagai landasan disiplin aparatur negara
13 February 2026 20:43 WIB