Jakarta (ANTARA) - Pebalap Gresini Racing Enea Bastianini sukses mempertahankan posisi puncak klasemen sementara MotoGP meski pada balapan seri Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu harus puas finis pada posisi sebelas.

Pada balapan yang diwarnai hujan deras dan fenomena pawang hujan ini, posisi puncak direbut pebalap Red Bull KTM Miguel Oliveira, disusul pebalap Yamaha Fabio Quartararo dan posisi tiga ditempati Johann Zarco dari Pramac Racing.

Dengan finis posisi sebelas, Enea Bastianini yang banyak didukung sponsor asal Indonesia seperti Wonderful Indonesia hingga Federal Oil ini mendapatkan tambahan lima poin dengan total 30 setelah dalam balapan seri pertama musim ini sukses menjadi yang tercepat. Untuk posisi dua dipegang Brad Binder dari KTM dengan 28 poin.

Enea Bastianini mengawali balapan dari barisan kedua terdepan. Namun, pada balapan yang sempat dimundurkan startnya karena hujan membuat peta persaingan berubah. Apalagi pebalap Repsol Honda Team, Marc Marquez tidak bisa turun karena mengalami kecelakaan hingga membuatnya absen pada seri kedua MotoGP.

Baca juga: Presiden ucap selamat atas suksesnya MotoGP Mandalika

Baca juga: Presiden Jokowi serahkan trofi juara GP Indonesia kepada Oliveira

"Pada awal lap saya tak bisa melihat apapun karena kondisi lintasan yang basah, membuat saya lebih berusaha. Akhirnya secara bertahap bisa menguasai keadaan. Bisa mendapat ritme dan bisa kembali kencang terutama di sisa sepuluh lap akhir," kata Enea.

Pebalap dengan nomor start 23 ini sebenarnya sempat menyodok ke barisan depan. Hanya saja, lajunya terganggu pebalap lain sehingga melebar. Kondisi tersebut membuat posisinya melorot.



"Saya dipaksa melebar di tikungan dua dan saya hanya mengekor rombongan. Beruntung bisa memperbaiki posisi dan posisi sebelas tidaklah buruk. Padahal bisa finis posisi delapan, maaf atas kejadian ini, tapi ini penting untuk menambah poin dan pada akhirnya balapan yang luar biasa," kata Enea.

Kalau Enea finis kesebelas, maka sang tandem Fabio Di Giannatonio puas finis urutan 18. Namun, hasil tersebut sangat disyukuri oleh pebalap debutan  MotoGP itu dan bakal dijadikan pengalaman yang menantang.

Baca juga: Miguel Oliveira akhirnya juarai MotoGP Indonesia

Baca juga: Jokowi tidak jadi jagokan Marquez dan beralih ke Quartarano

"Bagaimanapun juga saya senang karena ini menjadi pengalaman terbaik. Ini menjadi cambuk buat saya karena ingin melakukan yang terbaik, kita harus berusaha sementara ini. Tapi ini bagian dari proses pembelajaran," kata pembalap yang akrab dipanggil Diggia ini.

Executive Advisor PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI) dan PT Federal Karyatama (PT FKT) Patrick Adhiatmadja yang menjadi salah satu sponsor Greaini Racing mengapresiasi yang sudah dilakukan Enea untuk tetap mempertahankan posisi puncak klasemen.

"Enea dan Diggia sudah melakukan yang terbaik saat kondisi hujan di Sirkuit Mandalika. Enea menunjukkan perannya sebagai pembalap bertalenta dengan meraih tambahan poin untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen. Begitu juga dengan Diggia berjuang untuk dapat hasil terbaik. Semoga hasil ini bikin bangga Indonesia karena Federal Oil mendukung penuh Gresini Racing di kelas MotoGP," kata dia.

Setelah menyelesaikan balapan di Pertamina International Street Circuit, Lombok Tengah, semua pebalap akan terbang ke Amerika Selatan. Balapan seri ketiga bakal berlangsung di Argentina, 4 April nanti.
 

Pewarta : Bayu Kuncahyo
Uploader : Admin 1
Copyright © ANTARA 2024