Palangka Raya  (ANTARA) - Sekretaris Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Reja Framika meminta kepada masyarakat peduli dan terlibat dalam menangani masalah sampah, yakni dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya.

"Buanglah sampah pada tempatnya. Jangan sampai membuang sampah tidak pada tempatnya karena nantinya bisa membuat masalah di kemudian hari, salah satunya banjir," kata Reja di Palangka Raya, Senin.

Dia mengatakan, masyarakat harus bisa memilah sampah menjadi sumber pendapatan. Tidak semua sampah harus dibuang begitu saja karena sampah plastik dari botol minuman, kardus dan kertas bisa dimanfaatkan.

Sampah bisa dijual kepada mereka pengepul barang bekas yang selama ini juga banyak dilakukan masyarakat. Sampah juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

"Dengan adanya pengelolaan sampah, tentunya masyarakat juga membantu pemerintah daerah untuk mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 14," ucapnya.

Politisi Partai Solidaritas (PSI) itu juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di drainase ataupun parit-parit saluran limbah rumah tangga.

Baca juga: Tewaskan seorang pengendara, pelaku tabrak lari di Palangka Raya terancam 6 tahun penjara

Tumpukan sampah di parit, lama kelamaan akan membuat drainase tidak berfungsi dengan baik. Saat cuaca ekstrem melanda 'Kota Cantik' Palangka Raya, air di drainase tersebut bisa meluber ke jalan dan pemukiman warga.

"Saya berharap kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya bisa dilakukan, karena masih banyak didapati sampah bertebaran di saluran drainase di dekat pemukiman warga," ungkapnya.

Ditambahkan Reja, drainase di seluruh Kota Palangka Raya harus dijaga dengan baik agar berfungsi dengan baik. Jangan sampai ada bangunan yang menutup drainase. 

Menurutnya, penyebab banjir di Palangka Raya diduga kuat berawal dari persoalan tersebut, karena banyak sedimen dan sampah di dalam drainase. 

"Mari kita pelihara saluran drainase kita. Kemudian drainase yang tertutup harus dipelihara juga dan ada pintu kontrolnya sehingga kalau hendak membersihkan bisa dilakukan," demikian Reja. 

Baca juga: Pelaku usaha antusias diselenggarakan 'Minum Jamu Gratis' di Kalteng

Baca juga: Legislator Palangka Raya ajak masyarakat cegah wabah penyakit dengan cara ini

Baca juga: Penderita kanker payudara ini memohon dibantu naik kelas tanggungan BPJS Kesehatan

Pewarta : Adi Wibowo  
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024