Harga daging babi di Palangka Raya capai Rp120 ribu per kilogram
Rabu, 6 Juli 2022 19:44 WIB
Isma salah satu peternak sekaligus pedagang daging babi di Pasar Kahayan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (5/7/2022). ANTARA/Adi Wibowo
Palangka Raya (ANTARA) - Harga daging babi di pasar tradisional Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengalami kenaikan harga yang cukup tajam sejak beberapa bulan yang lalu.
Salah satu peternak sekaligus pedagang daging babi di Pasar Kahayan, Isma, Rabu, membenarkan tingginya harga jual daging babi kepada konsumennya itu sejak Februari 2022 hingga sekarang, harganya sudah mencapai Rp120 ribu per kilogram.
"Harga daging babi naik ini diduga akibat adanya isu flu babi Afrika. Sebelumnya harga daging babi hanya Rp65 per kilogram saja, sekarang menjadi Rp120 ribu per kilogram," kata Isma.
Dia menuturkan, untuk harga daging babi hutan saat ini sudah mencapai Rp90 ribu per kilogram, biasanya hanya Rp50 per kilogram.
"Hal tersebut naik diduga lantaran juga banyaknya permintaan para konsumen, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk kebutuhan di rumah makan dan ketersediaan daging tersebut juga sulit didapatkan," ucapnya.
Isma juga mengungkapkan, diduga kuat pemicu terjadinya naiknya harga daging babi itu selama ini banyak hewan ternak babi mati lantaran diduga terserang virus flu babi Afrika.
Bahkan ternaknya pun banyak yang mati, sehingga tak sempat dijual dan harus dikubur. Kenaikan harga babi di Kota Palangka Raya ini lantaran kosong atau mungkin stok tidak banyak.
"Kami mengambil daging babi ini dari Kalsel dan Kalbar. Andai ada di Palangka Raya harganya pun mahal dan ongkos angkut hewan tersebut juga lumayan mahal. Belum lagi risiko hewan tersebut mati di tengah jalan saat pengiriman ke tempat kita. Kami menjual daging babi ini tentunya dari hasil babi yang sehat," ungkapnya.
"Jujur omset menurun akibat kenaikan daging babi. Jangankan kita mendapatkan lebih selama ini, malah sebaliknya atas kenaikan harga tersebut. Kami pedagang berharap harga daging babi dapat stabil kembali, sehingga pemasukan kami juga stabil," tutupnya.
Salah satu peternak sekaligus pedagang daging babi di Pasar Kahayan, Isma, Rabu, membenarkan tingginya harga jual daging babi kepada konsumennya itu sejak Februari 2022 hingga sekarang, harganya sudah mencapai Rp120 ribu per kilogram.
"Harga daging babi naik ini diduga akibat adanya isu flu babi Afrika. Sebelumnya harga daging babi hanya Rp65 per kilogram saja, sekarang menjadi Rp120 ribu per kilogram," kata Isma.
Dia menuturkan, untuk harga daging babi hutan saat ini sudah mencapai Rp90 ribu per kilogram, biasanya hanya Rp50 per kilogram.
"Hal tersebut naik diduga lantaran juga banyaknya permintaan para konsumen, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk kebutuhan di rumah makan dan ketersediaan daging tersebut juga sulit didapatkan," ucapnya.
Isma juga mengungkapkan, diduga kuat pemicu terjadinya naiknya harga daging babi itu selama ini banyak hewan ternak babi mati lantaran diduga terserang virus flu babi Afrika.
Bahkan ternaknya pun banyak yang mati, sehingga tak sempat dijual dan harus dikubur. Kenaikan harga babi di Kota Palangka Raya ini lantaran kosong atau mungkin stok tidak banyak.
"Kami mengambil daging babi ini dari Kalsel dan Kalbar. Andai ada di Palangka Raya harganya pun mahal dan ongkos angkut hewan tersebut juga lumayan mahal. Belum lagi risiko hewan tersebut mati di tengah jalan saat pengiriman ke tempat kita. Kami menjual daging babi ini tentunya dari hasil babi yang sehat," ungkapnya.
"Jujur omset menurun akibat kenaikan daging babi. Jangankan kita mendapatkan lebih selama ini, malah sebaliknya atas kenaikan harga tersebut. Kami pedagang berharap harga daging babi dapat stabil kembali, sehingga pemasukan kami juga stabil," tutupnya.
Pewarta : Adi Wibowo
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT SLK berdayakan masyarakat dengan Program PETRA BABI berbasis peternakan berkelanjutan
30 December 2025 18:00 WIB
Heboh! Mobil berlogo BGN kedapatan angkut babi, pemiliknya dilaporkan ke polisi
30 October 2025 21:40 WIB
Dewan Pers minta pelaku teror pengiriman kepala babi ke Tempo diusut tuntas
21 March 2025 19:33 WIB, 2025
Terpopuler - Kota Palangkaraya
Lihat Juga
DPRD: Tingginya peredaran barang di pasaran harus diimbangi kewaspadaan konsumen
02 April 2026 8:39 WIB