Jokowi undang Dirut Antara bahas krisis global dan swasembada beras
Rabu, 13 Juli 2022 20:51 WIB
Presiden Joko Widodo (ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet/pri)
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang belasan pemimpin redaksi (pemred) nasional, salah satunya Direktur Utama Perum LKBN Antara, guna membahas sejumlah isu, termasuk krisis global hingga swasembada beras.
Direktur Utama Perum LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat mengatakan pertemuan yang digelar sejak pukul 11.00 hingga 13.00 WIB itu merupakan undangan silaturahmi dari Presiden Jokowi.
"Presiden menyampaikan bahwa kondisi perekonomian kita baik. Beliau cukup yakin defisit APBN kita kemungkinan di bawah 4 persen, bahkan bisa 3,5 persen tahun ini," kata Meidyatama saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
Baca juga: Jokowi ungkap Rp185 triliun dana KUR belum tersalurkan sepanjang 2022
Meidyatama menjelaskan bahwa di tengah krisis global saat ini, Indonesia termasuk negara yang kuat menghadapi krisis tersebut karena rasio utang tetap stabil, defisit APBN masih terjaga, dan PDB Nasional terdongkrak oleh konsumsi rumah tangga.
Presiden Jokowi, kata dia, juga meyakini bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan mencapai swasembada pangan karena pembangunan waduk sebagai sumber irigasi.
"Beliau cukup yakin dalam waktu dekat, Insya Allah kita akan mencapai swasembada pangan, karena pembangunan waduk dan bendungan yang tahun ini akan bertambah lagi," kata Meidyatama.
Baca juga: Jokowi ajak pelaku UMK manfaatkan bunga rendah KUR
Sementara itu Anggota Dewan Penasihat Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) Primus Dorimulu menjelaskan bahwa inflasi dari harga komoditas pangan masih terkontrol.
Salah satu komoditas yang masih terjaga harganya, yakni beras. Dengan pembangunan waduk, produksi beras nasional masih terjaga, bahkan Indonesia segera mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Waduk akan terus dibangun sampai 2024, sekarang sudah berdampak pada sawah-sawah pengairan. Yang dulu satu kali panen dalam setahun, sekarang sudah lebih dari dua kali. Presiden yakin kita sebentar lagi swasembada beras," kata Primus.
Baca juga: Menteri Zulkifli Hasan diminta urus harga minyak goreng
Di sisi lain, krisis pangan juga masih menjadi ancaman karena distribusi gandum terhambat akibat perang Ukraina dan Rusia, di mana kedua negara tersebut merupakan penghasil gandum dunia.
Oleh karenanya, kata dia, Presiden Jokowi meminta para Menteri Kabinet Indonesia Maju untuk fokus bekerja karena situasi dunia yang sedang sulit.
Baca juga: Jokowi: Pengganti mendiang Tjahjo Kumolo masih dalam proses
Baca juga: Jokowi minta gaungkan kembali pelaksanan prokes
Direktur Utama Perum LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat mengatakan pertemuan yang digelar sejak pukul 11.00 hingga 13.00 WIB itu merupakan undangan silaturahmi dari Presiden Jokowi.
"Presiden menyampaikan bahwa kondisi perekonomian kita baik. Beliau cukup yakin defisit APBN kita kemungkinan di bawah 4 persen, bahkan bisa 3,5 persen tahun ini," kata Meidyatama saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
Baca juga: Jokowi ungkap Rp185 triliun dana KUR belum tersalurkan sepanjang 2022
Meidyatama menjelaskan bahwa di tengah krisis global saat ini, Indonesia termasuk negara yang kuat menghadapi krisis tersebut karena rasio utang tetap stabil, defisit APBN masih terjaga, dan PDB Nasional terdongkrak oleh konsumsi rumah tangga.
Presiden Jokowi, kata dia, juga meyakini bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan mencapai swasembada pangan karena pembangunan waduk sebagai sumber irigasi.
"Beliau cukup yakin dalam waktu dekat, Insya Allah kita akan mencapai swasembada pangan, karena pembangunan waduk dan bendungan yang tahun ini akan bertambah lagi," kata Meidyatama.
Baca juga: Jokowi ajak pelaku UMK manfaatkan bunga rendah KUR
Sementara itu Anggota Dewan Penasihat Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) Primus Dorimulu menjelaskan bahwa inflasi dari harga komoditas pangan masih terkontrol.
Salah satu komoditas yang masih terjaga harganya, yakni beras. Dengan pembangunan waduk, produksi beras nasional masih terjaga, bahkan Indonesia segera mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Waduk akan terus dibangun sampai 2024, sekarang sudah berdampak pada sawah-sawah pengairan. Yang dulu satu kali panen dalam setahun, sekarang sudah lebih dari dua kali. Presiden yakin kita sebentar lagi swasembada beras," kata Primus.
Baca juga: Menteri Zulkifli Hasan diminta urus harga minyak goreng
Di sisi lain, krisis pangan juga masih menjadi ancaman karena distribusi gandum terhambat akibat perang Ukraina dan Rusia, di mana kedua negara tersebut merupakan penghasil gandum dunia.
Oleh karenanya, kata dia, Presiden Jokowi meminta para Menteri Kabinet Indonesia Maju untuk fokus bekerja karena situasi dunia yang sedang sulit.
Baca juga: Jokowi: Pengganti mendiang Tjahjo Kumolo masih dalam proses
Baca juga: Jokowi minta gaungkan kembali pelaksanan prokes
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Stop hoaks! Purbaya tegaskan tak pernah nyatakan dana Rp1.000 triliun hilang di era Jokowi
21 November 2025 22:39 WIB
FKDT: Penegakan hukum atas tuduhan ijazah palsu Jokowi bukti polisi bertindak profesional
11 November 2025 17:22 WIB
Nadiem serahkan dana pengadaaan laptop Chromebook Rp450 triliun ke Jokowi hoaks!
21 July 2025 12:58 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB