Menkes: 10 juta dosis vaksin penguat dalam negeri mulai disuntikkan bulan ini
Selasa, 8 November 2022 23:24 WIB
Tangkapan layar - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan pemaparan terkait situasi COVID-19 di Indonesia dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta yang diikuti dalam jaringan, Selasa (8/11/2022). ANTARA/Andi Firdaus/am.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan sekitar 10 juta dosis vaksin COVID-19 produksi dalam negeri mulai disuntikkan kepada masyarakat sasaran pada bulan November ini untuk memenuhi kebutuhan dosis penguat atau booster.
"November ini kami harapkan ada 5 juta dosis vaksin dalam negeri yang bisa kita pakai dan Desember juga ada 5 juta dosis lagi. Sehingga total yang bisa dibeli dan dimanfaatkan tahun ini 10 juta dosis," kata Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa.
Budi mengatakan sebagian besar vaksin dalam negeri akan dimanfaatkan untuk memberikan dosis penguat atau booster kepada masyarakat.
Vaksin yang dimaksud adalah vaksin IndoVac berplatform rekombinan protein subunit yang dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA.
Vaksin dalam negeri berikutnya, adalah InaVac berplatform inactivated virus dikembangkan tim peneliti dari Universitas Airlangga bekerja sama dengan produsen PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.
Budi mengatakan pemerintah membeli vaksin 3,6 juta dosis vaksin IndoVac dan 1,5 juta dosis vaksin InaVac pada November 2022 untuk menutupi kebutuhan 4,94 juta sasaran booster.
Pembelian kedua vaksin berlanjut pada Desember 2022 masing-masing 1,4 juta dosis vaksin IndoVac dan 3,5 juta dosis InaVac untuk menutup kebutuhan 5,11 juta lebih sasaran.
"November ini kami harapkan ada 5 juta dosis vaksin dalam negeri yang bisa kita pakai dan Desember juga ada 5 juta dosis lagi. Sehingga total yang bisa dibeli dan dimanfaatkan tahun ini 10 juta dosis," kata Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa.
Budi mengatakan sebagian besar vaksin dalam negeri akan dimanfaatkan untuk memberikan dosis penguat atau booster kepada masyarakat.
Vaksin yang dimaksud adalah vaksin IndoVac berplatform rekombinan protein subunit yang dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA.
Vaksin dalam negeri berikutnya, adalah InaVac berplatform inactivated virus dikembangkan tim peneliti dari Universitas Airlangga bekerja sama dengan produsen PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.
Budi mengatakan pemerintah membeli vaksin 3,6 juta dosis vaksin IndoVac dan 1,5 juta dosis vaksin InaVac pada November 2022 untuk menutupi kebutuhan 4,94 juta sasaran booster.
Pembelian kedua vaksin berlanjut pada Desember 2022 masing-masing 1,4 juta dosis vaksin IndoVac dan 3,5 juta dosis InaVac untuk menutup kebutuhan 5,11 juta lebih sasaran.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus internal BNI, dirut pastikan pengembalian dana umat Gereja Aek Nabara Rp28 miliar
21 April 2026 22:40 WIB
Pemkab Barito Utara komitmen wujudkan tata kelola keuangan daerah transparan dan akuntabel
18 April 2026 16:07 WIB
Aksi cepat mahasiswa FH UI diapresiasi Komisi III DPR terkait dugaan kekerasan seksual
15 April 2026 15:46 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Karantina Kalbar perketat pengawasan, cegah perdagangan satwa liar di perbatasan
27 April 2026 16:37 WIB