Jokowi tegaskan kemitraan ASEAN-UE tidak boleh ada pemaksaan
Rabu, 14 Desember 2022 23:44 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Ceko Petr Fiala di Hotel Steigenberger Wiltcher’s di Brussels, Belgia pada Rabu (14/12/2022). (ANTARA/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo menegaskan kemitraan negara-negara anggota ASEAN dan Uni Eropa harus didasarkan pada kesetaraan dan tidak boleh ada pemaksaan.
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 45 Tahun ASEAN-Uni Eropa (EU) di Brussels, Belgia, Rabu.
"Jika ingin kita membangun sebuah kemitraan yang lebih baik maka kemitraan harus didasarkan pada kesetaraan dan tidak boleh ada pemaksaan. Tidak boleh lagi ada pihak yang selalu mendikte dan beranggapan bahwa my standard is better than yours," kata Presiden seperti disaksikan secara virtual melalui akun YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Rabu.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa selama 45 tahun, kemitraan ASEAN dan Uni Eropa telah membuahkan hasil yang baik.
Namun, di sisi lain, Kepala Negara juga mengakui bahwa tidak semua kemitraan baik-baik saja sehingga banyak perbedaan yang harus diselesaikan.
Oleh sebab itu, ia meminta negara-negara anggota Uni Eropa untuk dapat bermitra dengan kesetaraan terhadap ASEAN.
Apalagi selama beberapa dekade, kawasan Asia Tenggara telah menjadi economic powerhouse atau kerja sama yang saling menguntungkan karena memanfaatkan keunggulan dan produktivitas masing-masing negara.
"Semua proyeksi mengatakan bahwa Asia Tenggara akan tetap menjadi pusat pertumbuhan. Dengan demikian, kemitraan dengan ASEAN dipastikan akan menguntungkan," kata Presiden.
Berdasarkan hasil survei dari EU-ASEAN Business Council, sebanyak 63 persen responden melihat ASEAN sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik.
Sementara itu, 69 persen responden mengharapkan pasar ASEAN menjadi lebih penting dari aspek pendapatan global dalam dua tahun ke depan.
Kemudian, 97 persen responden berharap adanya percepatan perundingan FTA ASEAN-EU dan anggotanya.
"Mari kita bangun kemitraan yang setara dan saling menguntungkan dari pandemi dan krisis multidimensi yang kita hadapi saat ini. Kita petik pelajaran penting bahwa to grow and to prosper together is the only option. Kita tidak hanya harus maju bersama, namun juga harus maju setara. Let us have a better future together," tutup Presiden Jokowi
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 45 Tahun ASEAN-Uni Eropa (EU) di Brussels, Belgia, Rabu.
"Jika ingin kita membangun sebuah kemitraan yang lebih baik maka kemitraan harus didasarkan pada kesetaraan dan tidak boleh ada pemaksaan. Tidak boleh lagi ada pihak yang selalu mendikte dan beranggapan bahwa my standard is better than yours," kata Presiden seperti disaksikan secara virtual melalui akun YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Rabu.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa selama 45 tahun, kemitraan ASEAN dan Uni Eropa telah membuahkan hasil yang baik.
Namun, di sisi lain, Kepala Negara juga mengakui bahwa tidak semua kemitraan baik-baik saja sehingga banyak perbedaan yang harus diselesaikan.
Oleh sebab itu, ia meminta negara-negara anggota Uni Eropa untuk dapat bermitra dengan kesetaraan terhadap ASEAN.
Apalagi selama beberapa dekade, kawasan Asia Tenggara telah menjadi economic powerhouse atau kerja sama yang saling menguntungkan karena memanfaatkan keunggulan dan produktivitas masing-masing negara.
"Semua proyeksi mengatakan bahwa Asia Tenggara akan tetap menjadi pusat pertumbuhan. Dengan demikian, kemitraan dengan ASEAN dipastikan akan menguntungkan," kata Presiden.
Berdasarkan hasil survei dari EU-ASEAN Business Council, sebanyak 63 persen responden melihat ASEAN sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik.
Sementara itu, 69 persen responden mengharapkan pasar ASEAN menjadi lebih penting dari aspek pendapatan global dalam dua tahun ke depan.
Kemudian, 97 persen responden berharap adanya percepatan perundingan FTA ASEAN-EU dan anggotanya.
"Mari kita bangun kemitraan yang setara dan saling menguntungkan dari pandemi dan krisis multidimensi yang kita hadapi saat ini. Kita petik pelajaran penting bahwa to grow and to prosper together is the only option. Kita tidak hanya harus maju bersama, namun juga harus maju setara. Let us have a better future together," tutup Presiden Jokowi
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Stop hoaks! Purbaya tegaskan tak pernah nyatakan dana Rp1.000 triliun hilang di era Jokowi
21 November 2025 22:39 WIB
FKDT: Penegakan hukum atas tuduhan ijazah palsu Jokowi bukti polisi bertindak profesional
11 November 2025 17:22 WIB
Nadiem serahkan dana pengadaaan laptop Chromebook Rp450 triliun ke Jokowi hoaks!
21 July 2025 12:58 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB