Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPD RI Agustin Teras Narang meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, turut memberikan perhatian terhadap lahan pertanian di luar lokasi proyek food estate yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah.

Tanpa disadari proyek food estate ternyata menimbulkan ketimpangan perhatian pada sektor pertanian di Kalteng, kata Teras Narang usai mengikuti rapat kerja Komite II DPD RI dengan Menteri Pertanian di Jakarta, Senin (11/4).

"Hasil catatan kami ketika berkunjung ke sejumlah lahan pertanian di luar lokasi food estate di Kalteng, perhatian Kementan masih relatif kurang. Kebanyakan perhatian Kementan terfokus di lokasi food estate," beber dia.

Menurut mantan Gubernur Kalteng periode 2005-2015 itu, menyeimbangkan potensi pengembangan pertanian di dalam dan di luar proyek food estate sangat penting. Bahkan akan lebih optimal apabila diintegrasikan. Apalagi jika diberikan perhatian juga pada petani milenial, agar tak tidak hanya menjadi penonton melainkan pemain utama.

"Untuk petani milenial, aspek pendidikan dan pelatihan diperlukan sungguh untuk melahirkan generasi baru di sektor pertanian. Bagaimana pun pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia, termasuk di Kalteng," kata Teras.

Selain itu, Senator Kalteng ini pun turut menagih janji Mentan Yasin Limpo kepada masyarakat Desa Pandih Batu terkait alsintan, serta aspirasi masyarakat tani Kalteng yang selama ini menjadi catatan dirinya. Ditambah lagi, Kementan berencana melakukan ekstensifikasi untuk lahan tidur ribuan hektare yang juga potensial dikembangkan.

"Saya berharap sinergitas antara kementerian dan daerah pada akhirnya bisa tercapai. Sebagaimana saya selalu ingat dahulu sebagai Kepala Daerah, Menteri Pertanian selalu menekankan aspek sinergitas ini," ungkap Teras.

Baca juga: Pengelolaan SDA pasca berakhirnya izin jangan menimbulkan masalah bagi daerah

Dirinya pun menghargai hargai respon positif Mentan atas catatan dia sebagai senator asal Kalteng. Termasuk soal food estate di wilayah gambut yang menurut Mentan tidak mudah di tengah berbagai tantangan. Bahkan Mentan mengakui ada beberapa kegagalan dan ini disebut tidak menghentikan upaya perbaikan dan pembenahan atas program ini. Mengingat bagaimana pun lahan pertanian Indonesia sendiri dinilai masih belum memadai dengan luasan lahan baku sawah sekitar 7 juta hektare. 

"Kami sepakat dalam waktu dekat akan membahas bersama aspirasi daerah secara teknis. Semoga di tengah banyak agenda Kementerian Pertanian secara nasional dan tantangan yang lahir karena situasi global, akan ada perhatian pada masyarakat tani, khususnya Kalimantan Tengah dalam waktu-waktu dekat ini," kata Teras Narang.

Baca juga: Teras Narang: Pemilih pemula harus jadi contoh semangat persatuan yang kritis

Baca juga: Teras Narang ajak mahasiswa di Kalteng terapkan 5K hadapi IKN

Baca juga: Teras Narang siap berkomunikasi ke pusat terkait sarana BPBD Palangka Raya

Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024