Kronologis perkelahian antara oknum TNI dan polisi
Kapolda NTT Irjen Pol Johanis Asadoma (tengah), Kepala Staf Korem 161/ WIra Sakti Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi (kedua kanan), perwakilan dari Lanud El Tari Kupang Kasibinpersman Lanud El Tari Letkol Adm Adam Toaha (kedua kiri), Wali Kota Kupang George Hadjo (kiri) dan perwakilan dari Lantamal VII Kupang melakukan salam komando usai konferensi Pers soal kasus perkelahian antara oknum anggota Polisi dengan oknum anggota TNI di Kupang, di Lobi Mapolda NTT, Kamis (20/4/2024).Kapolda NTT melaporkan bahwa sebanyak empat anggota Polri dilarikan ke rumah sakit, tiga pos pengamanan Idul Fitri rusak, dan satu mobil patroli Polisi di bakar, satu mobil polisi di rusak, dan tiga motor dirusak dalam perkelahian yang melibatkan oknum TNI dan oknum Polri yang terjadi pada Kamis (20/4) sekitar pukul 01.00 WITA waktu setempat. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha. (Antara Foto/Kornelis Kaha)
"Sebenarnya kejadian yang terjadi sehingga menimbulkan bentrokan antara TNI dan Polri itu akibat adanya kesalahpahaman antara oknum TNI dan Polri saat pertandingan final futsal di GOR Oepoi Kota Kupang," kata Kapolda Irjen Pol. Johanis Asadoma di Kupang, Kamis.
Kapolda menyampaikan hal itu saat menggelar konferensi pers dengan menghadirkan perwakilan dari tiga institusi TNI, baik TNI AD, TNI AU, maupun TNI AL, serta Wali Kota Kupang di Polda NTT.
Kejadian bermula ketika suporter tim futsal Ranaka Polda NTT merayakan gol yang diciptakan oleh seorang pemain Ranaka ketika melawan tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
"Belum tahu pasti apakah dia jatuh atau lompat ke dalam lapangan. Namun, aksi itu memicu reaksi dari anggota Polisi Militer TNI yang berjaga di pinggir lapangan," ujar dia.
Setelah kejadian tersebut, lanjut dia, para petinggi Polda NTT dan unsur TNI tiga matra langsung melakukan rapat mendadak untuk meredam perkelahian tersebut.
"Saat ini kondisi keamanan di Kota Kupang sudah kondusif," kata Kapolda.
Irjen Pol. Johanis Asadoma mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi keamanan yang terjadi pada Kamis (20/4) dini hari.
Untuk selanjutnya, kata Kapolda, penyelidikan akan terus berjalan. Selanjutnya proses investigasi.
"Jika sudah ada hasil investigasi, akan langsung diserahkan kepada kesatuan masing-masing untuk proses hukum lebih lanjut," ujar dia.
Sebelumnya, pada hari Kamis (20/4) sekitar pukul 01.00 WITA terjadi perusakan pos pengamanan Lebaran 2023 oleh sejumlah oknum TNI di Kota Kupang.
Tidak hanya melakukan perusakan, mereka juga membakar kendaraan roda empat milik Polresta Kupang Kota yang diparkir di kawasan Lai Lai Besi Kopan dekat pos pengamanan.
Tak puas, sejumlah oknum TNI itu juga membakar kendaraan roda dua, kemudian merusak kendaraan polisi lainnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Kalteng apresiasi Pangdam Tambun Bungai raih penghargaan Presiden
09 January 2026 20:26 WIB
Wamen ATR dorong TNI segera sertifikasi lahan untuk hindari sengketa aset
17 November 2025 21:49 WIB
Muatan 5,6 ton amunisi TNI saat dibawa Truk Dalmas Polres Dompu terjungkal
13 November 2025 23:50 WIB
Perkuat stabilitas kawasan, TNI AL jalin kerja sama militer dengan AL Australia
12 November 2025 13:39 WIB
A400M siap jadi ambulans udara, Prabowo perintahkan modernisasi fasilitas medis
03 November 2025 16:44 WIB