Logo Header Antaranews Kalteng

Pakar paparkan bahaya gas tertawa bagi kesehatan

Kamis, 29 Januari 2026 15:43 WIB
Image Print
Adjunct Professor Griffith University Prof Tjandra Yoga Aditama. (ANTARA/HO-Tjandra Yoga Aditama)

Jakarta (ANTARA) - Ahli kesehatan yang juga Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 Prof. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan dampak menghirup gas N2O atau nitrous oxide bagi kesehatan, terutama jika disalahgunakan.

“Pada mereka yang berkali-kali menghisap N2O maka dapat menimbulkan gangguan neurologik dan bahkan gangguan otak,” kata Prof. Tjandra ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) itu menjelaskan berdasarkan Food and Drug Administration (FDA) menghirup N2O dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan, di antaranya sakit kepala, asfiksia, timbulnya bekuan darah, gangguan hitung darah, dan gangguan buang air besar dan buang air kecil.

Dampak negatif lainnya menghirup N2O seperti lemah di tungkai, susah melangkah atau berjalan, palpitasi, defisiensi B12, gangguan kejiwaan seperti depresi, paranoid, halusinasi, depresi, hingga ke gangguan kesadaran dan pada beberapa keadaan berat dapat menimbulkan kematian.

“Data lain juga menunjukkan penggunaan N2O berkepanjangan dapat menurunkan kesuburan atau fertilitas dan pada keadaan tertentu menimbulkan keguguran,” tuturnya.

Prof. Tjandra juga menyampaikan gejala akibat menghirup N2O ini dapat berupa esak napas, pusing dan bingung, sakit kepala asfiksia, radang dingin di bawah kulit (“frostbite”) dan gangguan reproduksi, sebagaimana berdasarkan The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) dari Center of Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat.

Adapun organ tubuh yang dirusak (“target organ”) akibat menghirup N2O adalah sistem pernapasan, sistem syaraf dan sistem reproduktif.

Lebih lanjut, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu mengimbau agar gas N2O tidak disalahgunakan karena mengancam kesehatan.

“Dengan berbagai bahaya yang ada maka jangan menggunakan N2O untuk alasan sensasi sesaat,” ujar dia.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI juga mengimbau masyarakat tidak mencoba untuk mengonsumsi "gas tertawa" alias Whip Pink karena mengandung Dinitrogen Oksida (N2O), yakni zat yang pada suhu ruang berwujud gas tak berwarna dan tidak mudah terbakar, yang apabila dihirup atau dicicip terasa sedikit aroma dan rasa manis.

N20 disebut gas tertawa karena efek penyalahgunaannya kerap menimbulkan perilaku senang dan bisa sampai tertawa. N2O diluar konteks medis sering disalahgunakan sebagai inhalan untuk mendapatkan efek euforia singkat, relaksasi, atau halusinasi ringan.

"N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen," ucap Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/1).



Pewarta :
Editor: Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026