Jakarta (ANTARA) - Presiden Bank Dunia Ajay Banga saat mengunjungi Kelurahan Serdang Kulon, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, mengatakan, bahwa perhatian kepada ibu dan anak akan menentukan masa depan bangsa.
 
"Jika anda mampu mengubah hidup seorang ibu dan anak menjadi lebih baik, maka anda akan bisa mengubah masa depan sebuah bangsa," kata Ajay di Tangerang, Kamis.
 
Ajay didampingi istri Ritu Banga dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan untuk memastikan dukungan dana yang diberikan Bank Dunia kepada Indonesia di bidang kesehatan telah tepat sasaran dan menyentuh hingga level pos pelayanan terpadu (posyandu).
 
"Sudah ada bukti bahwa Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk peduli terhadap tumbuh kembang anak di 1.000 Hari Kehidupan (0-2 tahun) dan memastikan ibu dan anak mendapatkan akses kepada nutrisi, layanan kesehatan, mampu mengukur pertumbuhan anak dengan pendekatan ilmiah yang ditularkan oleh para kader dan tenaga kesehatan di tingkat desa seperti ini," ujarnya.

Ia mengapresiasi setiap upaya yang telah dilakukan mulai dari tingkat desa untuk bersama-sama memerangi stunting.
 
"Tugas kami di Bank Dunia adalah memastikan setiap rupiah berhasil menyentuh orang yang tepat, dan saya sangat terkesan dengan progres yang telah dicapai. Saya tahu Indonesia telah berhasil menurunkan angka stunting dari 30 sekian persen menuju 20 sekian persen di tahun 2023 ini, dan ini berkat kerja keras seluruh pihak mulai dari tingkat desa hingga pusat," katanya.
  Presiden Bank Dunia Ajay Banga (paling kanan) saat mengikuti kegiatan kelas ibu hamil yang dilaksanakan di Kelurahan Serdang Kulon, Tangerang, Banten, pada Selasa (7/9/2023). (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)
Dengan berbagai upaya dan intervensi yang dilakukan oleh pemerintah di level daerah hingga pusat, Ajay optimis target penurunan stunting hingga 14 persen bisa tercapai.
 
Ia juga mengaku sangat senang dengan kunjungannya kali ini karena merasa telah mendapatkan banyak pembelajaran dari para kader kesehatan yang telah mendedikasikan diri secara sukarela untuk membantu mensosialisasikan kesehatan kepada masyarakat.

"Kalian di Indonesia telah membuka potensi yang luar biasa besar di kegiatan kesukarelawanan, dengan melibatkan para kepala desa, tokoh agama, yang ikut terjun secara sukarela dan ikut mengedukasi masyarakat tentang kesehatan. Ini adalah pelajaran berharga yang akan saya bawa di tingkat global," tuturnya.
 
Untuk diketahui, Bank Dunia telah memberikan dukungan dana untuk berbagai bidang kesehatan di Indonesia, diantaranya Indonesian Supporting Primary Health Care Reform (ISPHERE) pada tahun 2018 sebesar 150 juta dolar AS, penguatan penanganan COVID sebesar 750 juta dolar AS, penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 400 juta dolar AS, dan penguatan penanganan tuberkulosis sebesar 300 juta dolar AS.
 
Selain itu Bank Dunia juga memiliki Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY), pada tahap satu tahun 2018 dana sebesar 400 juta dolar AS sudah tersalurkan untuk bidang kesehatan di Indonesia.
 
Sedangkan untuk INEY tahap dua di tahun 2023, pendanaan senilai 600 juta dolar AS akan diberikan dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) Bank Dunia. Total pendanaan yang telah diberikan oleh Bank Dunia kepada bidang kesehatan di Indonesia mencapai 2,6 miliar dolar AS.
 

Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Uploader : Ronny
Copyright © ANTARA 2024