Arya Sinulingga ingatkan Anies soal kontribusi Kalimantan
Jumat, 1 Desember 2023 22:17 WIB
Juru Bicara BUMN Arya Sinulingga. (Fajar Satriyo)
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara BUMN Arya Sinulingga mengingatkan calon presiden Anies Baswedan, soal kontribusi Pulau Kalimantan untuk Indonesia.
"Ekspor batubara di Kalimantan Timur mencapai Rp100 triliun. Itu baru dari Kalimantan Timur belum Kalimantan secara keseluruhan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, sudah waktunya membalas apa yang sudah diberikan Kalimantan untuk Indonesia. Kontribusi Kalimantan untuk Indonesia sudah sangat besar.
“Kalau cuma Rp600 triliun, untuk pembangunan ibu kota baru, itu kecil dibanding kontribusi Kalimantan,” ujarnya.
Hal ini disampaikan Arya menanggapi pernyataan Anies Baswedan, yang mengkritik rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan.
Dalam narasinya, Anies menyebut anggaran untuk IKN jika dipakai untuk membangun puskesmas, maka seluruh kelurahan yang belum ada puskesmas akan ada. Jika dipakai untuk kesejahteraan polisi atau tentara maka akan meningkat.
Menurut Arya, sudah waktunya bandul pembangunan dipindah ke Kalimantan. Sebab sumber daya alam yang dikeruk dari Kalimantan sudah memberikan kontribusi besar untuk Indonesia.
Kata dia, saat ini, semua pembangunan terpusat di Jawa. Sehingga banyak fenomena anak-anak muda terbaik di luar Jawa justru merantau ke Jawa.
“Akibatnya kalaupun dikasih pembangunan, orang-orang terbaiknya pergi ke Jawa,” katanya.
"Ekspor batubara di Kalimantan Timur mencapai Rp100 triliun. Itu baru dari Kalimantan Timur belum Kalimantan secara keseluruhan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, sudah waktunya membalas apa yang sudah diberikan Kalimantan untuk Indonesia. Kontribusi Kalimantan untuk Indonesia sudah sangat besar.
“Kalau cuma Rp600 triliun, untuk pembangunan ibu kota baru, itu kecil dibanding kontribusi Kalimantan,” ujarnya.
Hal ini disampaikan Arya menanggapi pernyataan Anies Baswedan, yang mengkritik rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan.
Dalam narasinya, Anies menyebut anggaran untuk IKN jika dipakai untuk membangun puskesmas, maka seluruh kelurahan yang belum ada puskesmas akan ada. Jika dipakai untuk kesejahteraan polisi atau tentara maka akan meningkat.
Menurut Arya, sudah waktunya bandul pembangunan dipindah ke Kalimantan. Sebab sumber daya alam yang dikeruk dari Kalimantan sudah memberikan kontribusi besar untuk Indonesia.
Kata dia, saat ini, semua pembangunan terpusat di Jawa. Sehingga banyak fenomena anak-anak muda terbaik di luar Jawa justru merantau ke Jawa.
“Akibatnya kalaupun dikasih pembangunan, orang-orang terbaiknya pergi ke Jawa,” katanya.
Pewarta : Fauzi
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sambut Nataru, PLN pastikan kesiapan infrastruktur dan layanan kelistrikan andal
10 December 2024 8:59 WIB, 2024
Alasan keamanan, Bahrain minta laga tandang ke Indonesia bisa bermain di lokasi netral
16 October 2024 22:23 WIB, 2024
Meski ada sanksi FIFA, pembangunan pusat latihan timnas di IKN akan tetap dibangun
11 April 2023 21:07 WIB, 2023
Erick Thohir kembangkan 685 UMKM Mataram untuk manfaatkan platform Pasar Digital
18 March 2022 19:45 WIB, 2022