Kuala Kurun (ANTARA) - Legislator Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rayaniatie Djangkan mengapresiasi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang merealisasikan kewajiban terkait kebun plasma yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya harap keberadaan kebun plasma nantinya akan meningkatkan kesejahteraan para petani,” ucapnya di Kuala Kurun, Rabu.

Menurut Rayaniatie, agar kerja sama bisa memberi keuntungan bagi para petani, maka perusahaan harus benar-benar memperlakukan kebun plasma seperti kebun inti. Perusahaan jangan sampai abai terhadap kebun plasma karena lebih fokus kepada kebun inti.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengingatkan perusahaan, jangan sampai kebun plasma diperlakukan dengan seadanya, sehingga hasil panennya tidak memuaskan dan bahkan malah merugikan petani.

Diapun meminta kepada Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan para pemangku kepentingan lainnya, agar rutin memantau perkembangan kebun plasma masyarakat.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan I, yang meliputi Kecamatan Sepang, Mihing Raya dan Kurun ini menyebut, dengan adanya pemantauan dari seluruh pemangku kepentingan maka diharap kebun plasma akan berhasil.

Baca juga: Legislator Gumas berharap rapat rekapitulasi penghitungan perolehan suara berjalan aman

“Jika kebun plasma berhasil, hasil panennya baik, maka petani kita juga yang akan diuntungkan. Jadi ayo kita bersama-sama mengawasi pembangunan kebun plasma,” ajak Rayaniatie.

Sebelumnya, perusahaan perkebunan PT ATA memenuhi kewajiban terkait kebun kemitraan dengan masyarakat empat desa yang ada di wilayah Kecamatan Kurun. Empat desa yang dimaksud yakni Teluk Nyatu, Petak Bahandang, Hurung Bunut, dan Tewang Pajangan.

Kemitraan tersebut dimulai pada 2024 ini. Kemitraan ditandai dengan penanaman perdana yang dilakukan langsung oleh Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong di Teluk Nyatu, Senin (19/2) lalu.

GM PT ATA Sugianto Manik mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membangun kebun plasma masyarakat tersebut dengan standar agronomis yang tinggi, sama seperti kebun inti.

Selain itu, dia juga berharap semua proses bisa berjalan dengan baik hingga waktunya panen perdana nanti, yang diperkirakan dapat terealisasi dalam jangka waktu 36 bulan ke depan.

"Semoga dengan penanaman perdana ini PT ATA semakin berjaya, hubungan dengan pemerintah daerah, desa-desa binaan, dan berbagai pihak lainnya terjalin dengan baik," demikian Sugianto Manik.

Baca juga: Pemkab Gunung Mas buka pendaftaran seleksi calon Paskibraka

Baca juga: Wabup Gumas sampaikan belasungkawa atas meninggalnya petugas KPPS

Baca juga: Pemkab Gumas dukung kelancaran internet saat rekapitulasi penghitungan perolehan suara


Pewarta : Chandra
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024