Kuala Kurun (ANTARA) -
Legislator Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Cici Susilawati mengaku sangat prihatin kasus pasung terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih terjadi di kabupaten setempat.
 
Agar kasus tersebut tidak lagi terjadi, maka sosialisasi dan edukasi terkait permasalahan pasung harus digencarkan kepada masyarakat luas, ucapnya saat dihubungi dari Kuala Kurun, Rabu.
 
“Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui perangkat daerah terkait saya harap gencar mensosialisasikan permasalahan pasung kepada masyarakat,” sambung perempuan kelahiran Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing itu.
 
Pasung terhadap manusia tidak dibenarkan, termasuk terhadap ODGJ. Masyarakat Gunung Mas diharap mengetahui dan memahami hal tersebut, serta tidak melakukan terhadap anggota keluarga mereka yang ODGJ.
 
Lebih lanjut, politisi Partai Demokrat ini menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gunung Mas, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei dan berbagai pihak lainnya, yang telah membebaskan satu ODGJ dari pasung di Desa Tumbang Mahuroi Kecamatan Damang Batu baru-baru ini.

Baca juga: Waket DPRD Gumas minta PPPK berdampak pada peningkatan kinerja
 
Dia berharap sinergi yang terjalin dengan baik antara Pemkab Gunung Mas, RSJ Kalawa Atei, dan berbagai pihak lainnya dapat tetap terjalin dengan baik, hingga tidak ada lagi kasus pasung di daerah setempat.
 
Sebelumnya, Pemkab Gunung Mas, RSJ Kalawa Atei, dan berbagai pihak lainnya membebaskan satu warga ODGJ di Tumbang Mahuroi, Jumat (1/3). Selanjutnya yang bersangkutan mendapat pengobatan dan rehabilitasi di RSJ Kalawa Atei.
 
Kepala Dinas Kesehatan Gunung Mas Arnold melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Waltiana mengatakan, kegiatan berjalan lancar dan pasien kooperatif.

Keluarga, tetangga dan warga Tumbang Mahuroi sangat berharap pasien cepat sembuh, berkumpul lagi dengan keluarga, dan bisa produktif.
 
Dia memastikan pengobatan pasien tidak dikenakan biaya sepeser pun, karena sudah ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Bebas pasung ini juga merupakan program unggulan dari RSJ Kalawa Atei.
 
“Untuk biaya perawat pendamping dibiayai oleh Dinas Kesehatan Gunung Mas. Bahkan orang tua atau keluarga yang mendampingi pasien di RSJ Kalawa Atei juga mendapat bantuan dari Dinas Sosial Gunung Mas,” beber Waltiana.
 
Terpisah, Kepala Dinsos Gunung Mas Jhonson Ahmad melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Evellyn membenarkan bahwa pihaknya telah menyalurkan tali asih berupa uang tunai senilai Rp600 ribu, kepada keluarga pasien.
 
“Nilai tali asih yang kami berikan mungkin tidak seberapa. Namun harapan kami itu bisa membantu meringankan beban keluarga yang mendampingi pasien, selama pasien dirawat di RSJ Kalawa Atei,” demikian Evellyn.

Baca juga: Legislator harap pengurus KONI mampu bersinergi dengan pengurus cabang olahraga

Baca juga: Partisipasi masyarakat Gumas pada pilkada diharap lebih baik

Baca juga: Bupati Gumas minta PPPK tingkatkan kinerja

Pewarta : Chandra
Editor : Muhammad Arif Hidayat
Copyright © ANTARA 2024