Logo Header Antaranews Kalteng

GPM Kurun diserbu warga, beragam komoditas ludes belum satu jam

Kamis, 5 Maret 2026 17:06 WIB
Image Print
Warga serbu GPM di Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gumas, Kamis (5/3/2025). ANTARA/HO-PWI Gumas

Kuala Kurun (ANTARA) - Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) di Kuala Kurun diserbu warga pada Kamis.

“Warga sangat antusias dan membludak. Acara belum dimulai, mereka sudah siap menunggu, sehingga sejumlah komoditas ludes padahal belum sampai satu jam,” ungkap Kepala DPKP Gumas Eigh Manto.

Ia menjelaskan, GPM yang dilaksanakan di halaman kantor DPKP Gumas sejatinya dimulai pada pukul 09.00 WIB. Namun sebelum acara dimulai, warga sudah banyak yang menunggu di sana.

Dalam pelaksanaan GPM tersebut DPKP bekerja sama dengan Dinas Pertanian Gumas, Bulog, dan berbagai pihak lainnya, untuk menyiapkan sejumlah komoditas yang akan dijual kepada masyarakat.

Komoditas yang disiapkan yakni beras premium sebanyak 2,5 ton atau 500 sak kemasan 5 kilogram (kg), beras SPHP sebanyak 1,5 ton atau 300 sak kemasan 5 kg, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing 200 kg.

Baca juga: Bupati Gunung Mas dukung penuh Kartu Huma Betang Sejahtera

Lalu gula sebanyak 500 kg, telur ayam ras 300 tray atau tabak, daging ayam ras 50 kg, ikan patin 72 kg, serta ratusan liter minyak goreng dari beberapa merek.

“Komoditas-komoditas tadi mendapat subsidi, sehingga harganya lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasaran. Jadi tidak heran kalau warga menyerbu GPM,” imbuhnya.

Misalnya saja beras premium di pasaran Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per sak kemasan 5 kg, di GPM hanya Rp65 ribu per sak kemasan 5 kg. Beras SPHP di pasaran Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per sak kemasan 5 kg di GPM Rp58 ribu per sak kemasan 5 kg.

Bawang merah di pasaran Rp35 ribu hingga Rp55 ribu per kg, di GPM Rp15 ribu per 0,5 kg. Bawang putih di pasaran Rp35 ribu hingga Rp50 ribu, di GPM Rp15 ribu per 0,5 kg, dan seterusnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan GPM dilakukan dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional yakni Tahun Baru Imlek, Ramadhan, Hari Raya Nyepi, dan Hari Raya Idul Fitri.

“Semoga ke depan GPM dapat kembali kami laksanakan, karena GPM merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk mengintervensi fluktuatif harga komoditas pangan,” demikian Eigh Manto.

Baca juga: Pemkab Gumas anggarkan Rp2 miliar untuk pemasangan rangka Jembatan Sei Manyoi

Baca juga: Bupati Gunung Mas: IDI mitra strategis perkuat sistem kesehatan

Baca juga: GPM Kampuri sediakan dua ton beras premium



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026