Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Barut tekankan rencana pasca tambang berkelanjutan libatkan masyarakat

Senin, 27 April 2026 20:56 WIB
Image Print
Konsultasi publik rencana pasca tambang PT BDA di Muara Teweh, Senin (27/4/2026). ANTARA/Dokumen Pribadi

Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah, menegaskan pentingnya penyusunan Rencana Pasca Tambang (RPT) sebagai bentuk tanggung jawab moral dan etika perusahaan dalam menjamin keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

“Rencana pasca tambang adalah wujud tanggung jawab moral dan etika perusahaan agar setelah masa tambang selesai, lingkungan dapat pulih dan masyarakat tetap memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan,” kata Bupati Barito Utara Shalahuddin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bahrum P. Girsang di Muara Teweh, Senin.

Hal itu disampaikan dia pada konsultasi publik RPT perusahaan tambang batu bara PT Batubara Duaribu Abadi.

Menurut dia, sektor pertambangan memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan daerah. Namun demikian, aktivitas tersebut juga memiliki batas waktu serta dampak terhadap bentang alam dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Penyusunan RPT tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan harus menjadi komitmen nyata perusahaan untuk memastikan lahan bekas tambang tetap memiliki nilai guna serta masyarakat tetap mandiri secara ekonomi setelah kegiatan tambang berakhir.

"Pelaksanaan pasca tambang harus dilakukan secara transparan, partisipatif, dan akuntabel, serta mampu mengembalikan fungsi lingkungan dan sosial ekonomi sesuai dengan kondisi lokal," tegas dia.

Bahrum menyampaikan konsultasi publik menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan.

Ia berharap forum tersebut mampu mendorong transparansi, menjamin keberlanjutan lingkungan melalui reklamasi dan revegetasi, serta menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan.

Baca juga: Shalahuddin lepas peserta Kalimantan Tribute 2026

Selain itu, program pasca tambang juga diharapkan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, penanganan stunting, serta pengembangan potensi lokal, termasuk sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM.

“Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan pasca tambang yang harmonis dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kepala Teknik Tambang PT. Batubara Duaribu Abadi Danu Patmoko menyampaikan pihak perusahaan telah melaksanakan peninjauan awal atau site visit sebagai bagian dari tahapan sebelum pelaksanaan pembangunan.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk tim lingkungan dan penanganan keluhan masyarakat, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan prinsip keberlanjutan.

“Setiap rencana kegiatan wajib melalui kajian dan penelitian yang matang bersama pihak terkait agar seluruh aspek teknis dan lingkungan dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Danu juga menambahkan bahwa perusahaan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masukan dari tim berpengalaman internasional, guna meningkatkan kualitas perencanaan proyek.

Ia berharap seluruh proses yang dijalankan dapat memberikan hasil optimal, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Semoga seluruh tahapan yang kita laksanakan berjalan lancar dan membawa manfaat serta kebaikan bagi semua pihak,” kata dia.

Dalam kegiatan konsultasi publik tersebut juga dihadiri staf ahli bupati Bidang ekonomi dan Keuangan Hery Jhon Setiawan, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Kepala Desa wilayah Kecamatan Gunung Timang pihak manajemen PT Batubara Duaribu Abadi (BDA) dan undangan lainnya.

Baca juga: Hari Otda, Bupati Barito Utara tekankan sinergi pusat-daerah

Baca juga: Tinjau Jembatan Lahei dan Jalan Malawaken, Shalahuddin pastikan pembangunan tepat sasaran

Baca juga: Pemkab Barut optimalisasi EBT dukung pembangunan Kalteng



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026