
Sel surya perovskit transparan kembangkan potensi jendela sebagai sumber energi baru

Jakarta (ANTARA) - Para peneliti di Nanyang Technological University (NTU) Singapura mengembangkan sel surya ultra-tipis yang transparan dari material perovskit yang dapat menyerap sinar matahari.
Menurut siaran Gadgets360 pada Minggu (17/5), temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ACS Energy Letters itu berpotensi mengubah gedung, mobil, dan perangkat menjadi penghasil energi berkelanjutan dari sinar matahari.
Berdasarkan makalah hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal itu, tim peneliti NTU pimpinan Associate Professor Annalisa Bruno menggunakan teknologi penguapan termal yang mengandalkan metode vakum untuk menciptakan sel dengan lapisan mikroskopis perovskit secara presisi.
Dibandingkan dengan sel surya biasa, sel yang baru dikembangkan katanya jauh lebih tipis tetapi memiliki efisiensi konversi daya mengesankan.
Perovskit dinilai memiliki kemampuan menyerap cahaya yang sangat baik, sehingga cocok digunakan untuk jenis panel surya yang dikembangkan oleh para peneliti.
Keunggulan utama sel surya yang dikembangkan oleh para peneliti NTU adalah tampilannya yang sepenuhnya transparan dan tanpa warna.
Saat ini bangunan diperkirakan menyumbang sekitar 40 persen konsumsi energi global. Dengan pengembangan sel surya baru yang tipis dan transparan, permukaan kaca pada bangunan berpotensi diubah menjadi penghasil energi.
Selain untuk kebutuhan arsitektur, inovasi sel surya itu juga diklaim dapat digunakan pada jendela kendaraan, atap kaca, dan kacamata pintar guna menghasilkan daya untuk perangkat elektronik.
Pewarta : -
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
