Akibat kerusuhan, penerbangan ke Mulia Puncak Jaya dihentikan sementara
Jumat, 19 Juli 2024 12:05 WIB
Kendaraan milik TNI-Polri di bakar massa saat kerusuhan di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. (ANTARA/HO/Dokumentasi)
Jayapura (ANTARA) - Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara mengakui dampak kerusuhan yang terjadi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Kamis, penerbangan sipil yang melayani ke wilayah itu dihentikan sementara pelayanannya.
"Memang benar akibat kerusuhan yang terjadi di Mulia, hari ini tidak ada penerbangan ke Mulia," kata Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara kepada ANTARA, Kamis.
AKBP Kuswara yang mengaku berada di Mulia mengatakan untuk penerbangan sipil yang melayani warga memang tidak ada dan belum dipastikan kapan penerbangan sipil kembali beroperasi.
"Kami berharap situasi keamanan di wilayah itu segera kembali kondusif, agar penerbangan kembali normal dan warga kembali beraktivitas," ucapnya.
Ia mengatakan saat ini Polres Puncak Jaya telah mendapat perbantuan dari Brimob Polda Papua dan Satgas Damai Cartenz. "Mudah-mudahan situasi keamanan segera kembali kondusif ," harap AKBP Kuswara.
Kerusuhan yang terjadi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, itu disebabkan meninggalnya tiga warga karena ditembak aparat keamanan pada Selasa (16/7) malam.
Kuswara mengatakan tiga warga yang meninggal akibat luka tembak yaitu SW (33), YW (41), dan DW (36). Akibat kerusuhan, lanjut dia, empat orang terluka dan seorang warga meninggal yaitu Abdulah Jaelani (30) yang terkena benda tajam.
Empat orang lainnya yang luka, termasuk Danyon 753/AVT Mayor Inf Novald Dermawan yang terkena lemparan batu di kepala, Arief (45 tahun) terkena panah di punggung, Safrudin (44 tahun) terkena lemparan batu bagian bibir atas sebelah kiri, dan Surati/Bude Nina (53 tahun) terluka akibat benda tajam.
"Memang benar akibat kerusuhan yang terjadi di Mulia, hari ini tidak ada penerbangan ke Mulia," kata Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara kepada ANTARA, Kamis.
AKBP Kuswara yang mengaku berada di Mulia mengatakan untuk penerbangan sipil yang melayani warga memang tidak ada dan belum dipastikan kapan penerbangan sipil kembali beroperasi.
"Kami berharap situasi keamanan di wilayah itu segera kembali kondusif, agar penerbangan kembali normal dan warga kembali beraktivitas," ucapnya.
Ia mengatakan saat ini Polres Puncak Jaya telah mendapat perbantuan dari Brimob Polda Papua dan Satgas Damai Cartenz. "Mudah-mudahan situasi keamanan segera kembali kondusif ," harap AKBP Kuswara.
Kerusuhan yang terjadi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, itu disebabkan meninggalnya tiga warga karena ditembak aparat keamanan pada Selasa (16/7) malam.
Kuswara mengatakan tiga warga yang meninggal akibat luka tembak yaitu SW (33), YW (41), dan DW (36). Akibat kerusuhan, lanjut dia, empat orang terluka dan seorang warga meninggal yaitu Abdulah Jaelani (30) yang terkena benda tajam.
Empat orang lainnya yang luka, termasuk Danyon 753/AVT Mayor Inf Novald Dermawan yang terkena lemparan batu di kepala, Arief (45 tahun) terkena panah di punggung, Safrudin (44 tahun) terkena lemparan batu bagian bibir atas sebelah kiri, dan Surati/Bude Nina (53 tahun) terluka akibat benda tajam.
Pewarta : Evarukdijati
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Desa Karta Mulia dipilih jadi Desa Cinta Statistik untuk meningkatkan kualitas data pembangunan
15 October 2024 11:53 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB