
Disdik Kotim dorong peran guru PAI cetak generasi berakhlak mulia

Sampit (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mendorong penguatan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui kegiatan pengembangan karir dan peningkatan kompetensi, guna mencetak generasi berakhlak mulia.
“Mudah-mudahan dengan peningkatan potensi guru PAI ini bisa memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam, sehingga bisa diterapkan di sekolah untuk menjadikan siswa-siswi kita berakhlak mulia,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kotim Cipto Utama di Sampit, Selasa.
Cipto menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama di sekolah.
Peningkatan kompetensi guru menjadi modal penting agar tenaga pendidik mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin dinamis, sekaligus menjawab tantangan karakter generasi muda saat ini.
Menurutnya, di tengah berbagai pengaruh negatif, masih banyak pelajar yang menunjukkan prestasi dan akhlak baik. Hal ini perlu diperkuat melalui peran aktif guru dalam menanamkan nilai-nilai dasar keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Hal-hal sederhana harus ditekankan, seperti menjaga kebersihan sekolah, disiplin menjalankan ibadah, hingga membiasakan shalat berjamaah. Ini penting agar anak-anak terbentuk tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak,” jelasnya.
Cipto menilai, kebutuhan akan generasi berakhlak saat ini menjadi semakin penting, bahkan menjadi salah satu pertimbangan dalam berbagai peluang pendidikan maupun dunia kerja.
Baca juga: Komisi I DPRD Kotim dorong optimalisasi PKB dan BBNKB
“Di Indonesia ini mencari orang pintar banyak, tapi yang berakhlak masih kurang. Ini menjadi tantangan kita bersama, dan guru PAI memiliki peran strategis untuk menjawab hal tersebut,” tegasnya.
Ia pun berharap ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diterapkan secara nyata di sekolah, sehingga mampu membentuk peserta didik yang konsisten menjalankan ajaran agama, termasuk dalam menjalankan ibadah wajib sehari-hari.
Dengan begitu, kontribusi nyata dari para guru PAI diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kotim, sekaligus mempersiapkan generasi yang siap menghadapi dunia kerja dan mewujudkan Kotim Unggul 2045 dan Indonesia Emas 2045.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak di lingkungan keluarga agar pendidikan karakter berjalan seimbang antara sekolah dan rumah.
“Kita ingin mewujudkan SDM unggul sesuai misi RPJPD, yakni Kotim Kotim 2045. Karena untuk mencapai itu, salah satunya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak,” pungkasnya.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kotim, Edie Sucipto menambahkan bahwa kegiatan peningkatan kompetensi guru PAI tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang terus dikembangkan sesuai kebutuhan pendidikan.
“Tahun ini kita fokuskan untuk MGMP PAI tingkat SMP, berbeda dengan tahun sebelumnya yang menyasar KKG. Tujuannya agar guru-guru PAI di jenjang SMP memiliki kontribusi maksimal dalam pengembangan dan penguatan karakter siswa di sekolah,” terangnya.
Baca juga: Pelatihan paralegal harus optimalkan peran Posbakum di Kotim
Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 75 guru Pendidikan Agama Islam dari seluruh SMP Negeri se-Kotim, yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.
Ia menegaskan, peran guru PAI sangat strategis sebagai ujung tombak dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki akhlakul karimah serta menjadi generasi yang berintegritas.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa siswa-siswa kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Guru PAI diharapkan menjadi pendobrak dalam membangun budaya sekolah yang berakhlak,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa materi yang diberikan dalam kegiatan ini disesuaikan dengan kebijakan terbaru, salah satunya mengacu pada Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Dalam regulasi tersebut, lanjutnya, struktur kurikulum tidak mengalami perubahan, namun terdapat penekanan pada penerapan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Dengan penerapan metode tersebut, Disdik Kotim optimistis kualitas pembelajaran PAI akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
“Materi PAI kita kolaborasikan dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Harapannya, guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu membangun pemahaman yang lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa di kelas,” demikian Edie Sucipto.
Baca juga: DPRD Kotim dukung pelatihan paralegal perkuat layanan hukum tingkat desa
Baca juga: Hari Kartini, BPBD Kotim bagikan sayuran dan imbau waspada bencana
Baca juga: Drainase tersumbat sebabkan Pasar Parenggean terendam
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
