Buntok (ANTARA) - Bupati Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Eddy Raya Samsuri mengatakan, karantina tahfidz berperan penting dalam upaya menumbuhkembangkan minat baca Al-Quran di kalangan masyarakat.
"Kita mengapresiasi kepada panitia, ustadz, dan ustadzah, serta muhafidz dan muhafidzah yang secara serius serta konsisten dalam membina santri hafidz atau penghafal Al-Quran," katanya, saat membuka acara tersebut, di Buntok, Senin.
Ia mengatakan, atas nama pribadi, masyarakat dan pemerintah kabupaten Barito Selatan sangat menyambut baik diselenggarakannya karantina tahfidz Quran program 20 hari pada bulan suci Ramadhan tersebut.
Dikatakannya, melalui kegiatan itu, di Barito Selatan akan muncul ahli-ahli Al-Quran dan penghafal Al-Quran yang memakmurkan agama Islam hingga ke pelosok desa di daerah ini.
Selain itu, Eddy Raya juga menilai, keberadaan karantina tahfidz Quran tersebut merupakan bentuk pendidikan nilai-nilai Al-Quran dalam membina kepribadian seseorang sejak usia dini.
"Seorang muslim akan dapat mengamalkan nilai-nilai Islam dengan baik apabila sudah bisa menghafal Al-Quran," ucapnya.
Baca juga: Bupati dan Wabup Barsel kunjungi Forkopimda perkuat sinergi pembangunan
Karena menurut dia, salah satu kewajiban umat Islam terhadap Al-Quran, selain membaca dan mengamalkannya, juga menghafalnya.
"Menghafal Al-Quran itu mudah, namun yang berat itu adalah memelihara hafalannya," tambah Eddy Raya Samsuri.
Untuk itu, ia mengingatkan kepada orangtua yang anaknya ikut dalam kegiatan ini dapat mendampingi secara terus menerus untuk menjaga kelestarian hafalannya.
"Ingatlah, orang tua yang memiliki anak hafidz Quran akan mendapat mahkota yang berkilauan dan sinarnya mengalahkan sinar matahari pada yaumul qiyamah nantinya," kata Eddy Raya Samsuri.
Sementara Ketua Panitia, Ustadz HM Sibawaihi menyampaikan kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan dalam setiap tahunnya untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Quran para santri dan santriwati.
"Dalam kegiatan ini, mereka mabit atau menginap di guest house dan di hotel selama 20 hari, atau bisa pulang ke rumah sebelum waktu berbuka puasa," jelasnya.
Ia menerangkan, untuk jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 112 orang dan program ini memang dilaksanakan selama 20 hari, namun nantinya akan ditambah satu hari untuk kegiatan pre test, dan satu harinya lagi acara wisuda.
Baca juga: DPRD Barito Selatan segera bahas sejumlah raperda
Baca juga: Bupati dan wakil bupati berkomitmen berikan terbaik bagi masyarakat Barito Selatan
Baca juga: Legislator Barsel ingatkan pedagang makanan tidak menggunakan bahan berbahaya