Pulang Pisau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), membentuk Kampung Iklim di sejumlah desa sebagai salah satu upaya mengantisipasi dan menghadapi dampak perubahan iklim.
"Dampak perubahan iklim itu nyata. Kita sudah lihat potensi besar dari perubahan iklim itu, mulai dari banjir hingga kebakaran hutan yang berulang terjadi," kata Kepala DLH Pulang Pisau Hendri Arroyo di Pulang Pisau, Senin.
Untuk itulah, lanjut dia, sebagai langkah mitigasi, DLH Pulpis sudah membentuk Kampung Iklim di 22 desa. Kampung Iklim ini sudah tersebar di beberapa kecamatan seperti Kahayan Hilir, Sebangau Kuala, Kahayan Tengah, dan Jabiren Raya.
"Kampung Iklim ini dikelola langsung oleh desa melalui pendanaan yang bersumber dari dana desa dan alokasi dana desa," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa program ini menyasar berbagai aspek, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, hingga kesiapsiagaan bencana. Ia juga mengatakan pada saat banjir dan kabut asap akibat kebakaran hutan itu tidak hanya merusak lingkungan tapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat.
"Melihat dampak itu di desa-desa kami dorong membentuk sistem mitigasi sendiri, termasuk bekerja sama dengan Puskesmas setempat," jelasnya.
Baca juga: Ketua DPRD Pulang Pisau ingatkan kewaspadaan bencana
Hendri mengatakan bahwa selain aspek kesehatan, perubahan iklim juga sangat mempengaruhi sektor mata pencaharian dan transportasi masyarakat. Seperti saat kondisi ekstrem kabut asap, aktivitas penerbangan bisa terganggu dan akses transportasi darat juga terbatas.
"Masyarakat yang bergantung pada hasil pertanian juga terkena dampak langsung, maka penting untuk membangun ketahanan sejak dini," ujarnya.
Kepala DLH Pulpis itu pun menambahkan bahwa upaya mencegah emisi gas rumah kaca juga menjadi perhatian utama. Salah satunya dengan melakukan penanaman pohon secara rutin, termasuk mengedukasi masyarakat untuk menjaga ekosistem lingkungan sekitar.
Baca juga: Pemkab Pulang Pisau didorong tingkatkan ketahanan daerah hadapi bencana
Baca juga: Direktur RSUD Pulpis pastikan kebutuhan obat pasien tercukupi pasca kebakaran
Baca juga: Kebakaran hanguskan ruang instalasi farmasi RSUD Pulang Pisau