Pulang Pisau (ANTARA) - Bupati Pulang Pisau Kalimantan Tengah Ahmad Rifa’i menegaskan seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah daerah telah berkomitmen untuk menjaga keamanan dan situasi kondusif yang telah terjalin baik di tengah isu provokatif yang berkembang di media sosial terkait ajakan demonstrasi yang disebar oleh akun palsu. 

“Jangan mudah percaya dengan ajakan demonstrasi dari akun-akun tidak bertanggung jawab,” kata Ahmad Rifa’i di Pulang Pisau, Senin. 

Ia mengingatkan, Pulang Pisau sebagai wilayah perlintasan sangat rawan dimanfaatkan pihak luar untuk memecah belah persatuan masyarakat di kabupaten setempat. Untuk itu koordinasi terus dilakukan pemerintah dengan tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda, ormas, hingga DPRD untuk memantau situasi terkini.

“Kabupaten Pulang Pisau berada di daerah perlintasan yang rawan masuknya orang-orang dari luar. Jangan sampai hal ini terjadi di wilayah kita karena selama ini kita mampu menjaga kondusifitas bersama,” tegas Ahmad Rifa’i.

Dia juga meminta tenaga pendidik mengawasi para pelajar agar tidak terprovokasi ajakan demonstrasi di media sosial. Ia mengatakan, generasi muda sangat rentan terpengaruh isu sehingga perlu diarahkan pada kegiatan positif dan bermanfaat.

“Para pelajar mudah terpengaruh isu yang belum jelas di media sosial, jangan sampai anak-anak kita dimanfaatkan pihak yang ingin mengacaukan situasi,” ujarnya.

Baca juga: Bapenda Pulang Pisau perbarui data PBB-P2 usulan masyarakat

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Pulang Pisau Edvin Mandala mengimbau masyarakat adat tidak terprovokasi isu luar daerah. Ia meminta kepada masyarakat tetap menjaga Pulang Pisau yang aman, rukun, dan penuh kebersamaan sesuai nilai-nilai kearifan lokal.

“Jangan terprovokasi gejolak politik di luar Pulang Pisau. Mari bersama menjaga kabupaten kita agar selalu tertib, damai, dan tetap kondusif,” ujar Edvin Mandala.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Pulang Pisau Nikco juga menyatakan aksi demonstrasi sah secara undang-undang, namun dirinya mengingatkan agar dilakukan secara damai, teratur, dan tidak mengarah pada tindakan anarkis.

“Kami dari TBBR mengimbau masyarakat dan pelajar agar tidak terpancing isu menyesatkan. Menyampaikan aspirasi boleh, tetapi harus dengan cara benar, tanpa melanggar hukum dan tanpa merugikan kepentingan masyarakat luas,” ucap Nikco.

Dirinya berharap masyarakat jangan sampai terprovokasi oleh isu yang tidak jelas. Aspirasi boleh disampaikan, paparnya, tetapi mari jaga Pulang Pisau tetap damai, bersatu, dan menjadi contoh bagi daerah lain.

Baca juga: Peringatan Hari Pramuka dijadikan momentum memperkuat jati diri

Baca juga: Bupati Pulpis: Gerakan pangan murah bantu masyarakat dan tekan inflasi

Baca juga: Bupati Pulpis tinjau peningkatan jalan poros Kanamit Barat kiri