Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menegaskan bahwa keberhasilan program adaptasi perubahan iklim hanya dapat dicapai melalui keterlibatan aktif masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala DLH Kota Palangka Raya, Berlianto dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Program Adaptasi Perubahan Iklim di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Selasa (9/9/2025).
Berlianto menjelaskan, perubahan iklim membawa dampak nyata seperti banjir, kekeringan, hingga ancaman ketahanan pangan. Karena itu, strategi adaptasi tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan harus melibatkan semua pihak hingga tingkat kelurahan.
“Melalui FGD ini, kita menghimpun gagasan langsung dari masyarakat, mulai dari pengelolaan sumber daya air, peningkatan tutupan vegetasi, pertanian berkelanjutan, hingga edukasi iklim. Semua itu sangat relevan untuk mendukung target nasional FOLU Net Sink 2030,” ujarnya.
Ia menambahkan, DLH bersama BPBD dan Yayasan BNF siap menindaklanjuti hasil diskusi agar benar-benar terimplementasi dalam program nyata. Dengan begitu, strategi adaptasi yang disusun tidak hanya bersifat konsep, tetapi langsung menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Harapan kami, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari penggerak utama dalam menjaga lingkungan. Dengan sinergi bersama, Palangka Raya bisa menjadi kota yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim,” pungkasnya.