Kuala Kapuas (ANTARA) - Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Pery Noah, menyatakan, pemerintah daerah setempat, mendukung penuh upaya Nahdlatul Ulama (NU) setempat, dalam mewujudkan kemandirian organisasi.
“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mandiri secara finansial, sehingga mampu menjalankan program dakwah dan sosial secara lebih masif tanpa ketergantungan penuh pada pihak luar,” kata Asisten III Pery Noah di Kuala Kapuas, Rabu.
Hal itu disampaikannya saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno dalam pembukaan kegiatan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) VII Pengurus Cabang NU Kabupaten Kapuas di Aula Sekretariat Bersama MUI dan NU Kuala Kapuas.
Lebih lanjut Pery Noah menyampaikan, NU Kapuas diharapkan mampu membina para santri dan kader mudanya agar menguasai teknologi digital.
“Kita perlu mendorong UMKM di lingkungan warga Nahdliyin agar melek literasi digital, sehingga ekonomi umat di Kabupaten Kapuas dapat naik kelas melalui ekosistem digital yang sehat,” katanya.
Penguatan khidmah atau pelayanan keumatan sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kapuas. Ia menegaskan, selama ini NU telah membuktikan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan, memberikan layanan pendidikan melalui pesantren, serta aktif dalam berbagai aksi sosial kemasyarakatan.
Pery Noah juga berharap pelaksanaan Muskercab VII NU Kapuas dapat berjalan secara tertib, aman, lancar, dan demokratis, dengan tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya forum ini sebagai sarana evaluasi dan konsolidasi untuk memantapkan langkah organisasi ke depan.
Selain itu, Muskercab diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang membumi dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah derasnya arus informasi saat ini.
Dia menegaskan bahwa Pemkab Kapuas senantiasa membuka pintu kolaborasi dengan PCNU Kapuas dalam setiap langkah pembangunan daerah. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen NU menjadikan Muskercab VII ini sebagai titik tolak kebangkitan ekonomi umat di Kabupaten Kapuas.
Baca juga: Mantan Bupati Kapuas Ben Brahim diusulkan dapat remisi Natal 2025
Sementara itu, Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalteng, Suhardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Kerja Cabang ke-VII NU Kabupaten Kapuas.
Ia menilai Muskercab merupakan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta memastikan arah gerak NU di tingkat cabang sejalan dengan kebijakan dan program NU secara nasional maupun wilayah.
Lebih lanjut, ia berharap hasil Muskercab VII NU Kabupaten Kapuas mampu melahirkan program kerja yang selaras dengan kebutuhan umat di daerah, sekaligus mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Suhardi juga mendorong agar seluruh jajaran pengurus dan kader NU di Kapuas terus menjaga soliditas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Kemudian, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dunia pendidikan sebagai salah satu pilar utama khidmah Nahdlatul Ulama. Menurutnya, NU memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing melalui lembaga-lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan NU.
“Peningkatan kualitas pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. Lembaga pendidikan NU tidak hanya mencetak generasi yang paham agama, tetapi juga memiliki kompetensi, keterampilan, dan literasi digital yang kuat agar mampu bersaing di era global,” katanya.
Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kapuas, KH Nurani Sarji, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama saat ini telah memasuki era digitalisasi sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, digitalisasi menjadi hal yang harus dihadapi oleh organisasi besar seperti NU agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan umat.
Nurani Sarji menuturkan, transformasi digital di lingkungan NU tidak hanya menyangkut pemanfaatan teknologi informasi, tetapi juga perubahan pola pikir dan cara kerja organisasi, khususnya dalam pengelolaan administrasi, dakwah, pendidikan, serta penguatan ekonomi umat berbasis digital.
Kegiatan berlangsung dengan suasana demokratis, ditandai dengan diskusi dan penyampaian pandangan dari masing-masing bidang dan badan otonom. Hasil Muskercab ini diharapkan dapat menjadi pedoman kerja PCNU Kabupaten Kapuas dalam menjalankan roda organisasi secara profesional, amanah, dan berkelanjutan.
Baca juga: BKPSDM Kapuas ingatkan ASN tingkatkan kebersamaan di lingkungan kerja
Baca juga: DKPP Kapuas ambil alih pengelolaan pasar ikan
Baca juga: Antusias ratusan santri warnai wisuda akbar TKA/TPA BKPRMI Kapuas