Jakarta (ANTARA) - Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Shalahuddin mengusulkan rencana pengembangan Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
"Dari sisi luasan lahan, Bandara HMS Muara Teweh masih sangat memungkinkan untuk dilakukan pengembangan berbagai fasilitas pendukung guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun tamu daerah," kata Shalahuddin di Jakarta, Rabu,
Hal itu disampaikan Shalahuddin usai bertemu pejabat Ditjen Perhubungan Udara didampingi Sekretaris Daerah Barito Utara Muhlis, Asisten Administrasi Umum Setda Yaser Arapat, Kepala Dinas Perhubungan Mihrab Buanapati serta Kepala Bandara HMS Muara Teweh Muhammad Amrillah.
Menurut dia, areal bandara masih cukup luas dan memungkinkan untuk pengembangan. Sehingga pihaknya mengusulkan pembangunan mushola yang representatif serta ruang tunggu VIP yang terintegrasi dengan terminal, agar pelayanan bandara semakin baik dan nyaman.
Mushola, katanya,direncanakan dibangun di sekitar area parkir bandara, sedangkan ruang tunggu VIP akan terintegrasi dengan gedung terminal yang ada.
"Pembangunan mushola dan ruang tunggu VIP sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa Bandara HMS Muara Teweh," katanya.
Shalahuddin mengatakan, usulan pengembangan fasilitas tersebut didasarkan pada meningkatnya aktivitas penerbangan dan jumlah penumpang di Bandara HMS Muara Teweh dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data statistik, pada 2025 terjadi kenaikan jumlah penumpang yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025, pergerakan jumlah penumpang secara statistik mengalami kenaikan hingga 47.876 penumpang atau sebesar 9,49 persen. Angka ini meningkat dibandingkan 2024 yang hanya sebesar 4,62 persen,” kata Shalahuddin.
Baca juga: Koordinasi ke KPK, Bupati Barut tingkatkan integritas pemerintahan daerah
Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Kementerian Perhubungan RI yang dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Kasubdit Tatanan Kebandarudaraan, Arief Mustofa dan Agus Indrawan, selaku Ketua Tim Pengelolaan Prasarana Bandar Udara.
Pihak Kemenhub menilai sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan otoritas bandara merupakan kunci percepatan pengembangan bandara di daerah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Shalahuddin menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti arahan Kementerian Perhubungan dengan menyiapkan kajian teknis yang diperlukan sebagai dasar pengembangan.
“Kami siap menindaklanjuti arahan Kementerian Perhubungan dan segera menyiapkan kajian-kajian yang dibutuhkan. Harapan kami, pengembangan Bandara HMS Muara Teweh ini dapat segera terealisasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat konektivitas daerah,” demikian Shalahuddin.
Melalui koordinasi dan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap pengembangan Bandara HMS Muara Teweh dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan kemajuan daerah.
Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh selain melayani penerbangan perintis jurusan Muara Teweh - Palangka Raya pulang pergi setiap Senin juga penerbangan komersil yakni maskapai Wings Air dengan rute Muara Teweh - Banjarmasin setiap hari.
Baca juga: Shalahuddin tingkatkan SDM aparatur melalui training ESQ
Baca juga: Bupati Shalahuddin tekankan kepemimpinan berintegritas pada ESQ Leadership
Baca juga: Susi Air kembali layani penerbangan bersubsidi Muara Teweh-Palangka Raya