Kuala Kapuas (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Pangeran S Padingan menyampaikan, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut hingga saat ini masih tergolong relatif rendah.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh curah hujan yang masih terjadi secara berkala di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas. Hingga awal Februari, kondisi wilayah Kapuas masih tergolong aman dari ancaman karhutla,” ujar Pangeran S. Padingan saat ditemui di Kuala Kapuas, Selasa.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga 20 Februari 2026 Kabupaten Kapuas masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga menengah. Meski durasinya tidak panjang, hujan tersebut dinilai cukup efektif dalam menjaga kelembapan lahan, khususnya di kawasan rawan kebakaran.
Menurut Pangeran, kondisi cuaca yang panas pada siang hari memang masih dirasakan masyarakat. Namun, kelembapan tanah yang terjaga akibat curah hujan membuat risiko lahan mudah terbakar dapat ditekan.
Baca juga: Pemkab Kapuas bersama Kemenag bahas pinjam pakai lahan KUA Selat
Hal ini tercermin dari hasil pemantauan BMKG yang menunjukkan bahwa hingga 3 Februari 2026, tingkat kemudahan lahan terbakar di Kabupaten Kapuas masih berada pada kategori tidak mudah terbakar dan relatif aman.
Meski situasi saat ini terkendali, BPBD Kabupaten Kapuas tetap melakukan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan secara berkelanjutan. Upaya tersebut meliputi pemantauan kondisi cuaca, pengecekan peralatan penanggulangan karhutla, serta koordinasi dengan pihak terkait hingga ke tingkat desa.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pangeran menegaskan bahwa pencegahan sejak dini menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika cuaca panas terjadi pada waktu-waktu tertentu.
"Dengan peran aktif semua pihak, diharapkan Kabupaten Kapuas dapat terus terhindar dari bencana karhutla," demikian Pangeran.
Baca juga: GP Ansor-Banser Kalteng dukung penguatan pertanian pemuda di Kapuas
Baca juga: Wabup Kapuas tinjau pembangunan Desa Masupa Ria
Baca juga: Pelajar MAN Kapuas mendapat edukasi kehidupan dunia perguruan tinggi dari mahasiswa