Jakarta (ANTARA) - Harga konsol gim Nintendo Switch 2 berpotensi naik tahun ini seiring lonjakan harga memori global yang dipicu tingginya kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI).

Melansir Gizmochina, Selasa (17/2), laporan Bloomberg menyebutkan Nintendo tengah mempertimbangkan penyesuaian harga untuk Switch 2 di tengah lonjakan harga komponen memori, khususnya DRAM.

Konsol tersebut diluncurkan pada 2025 dengan harga 449,99 dolar AS atau Rp7,5 juta, namun ,harga tersebut dinilai tidak akan bertahan lama apabila tekanan biaya terus berlanjut.

Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa sebelumnya menyampaikan kepada pemegang saham bahwa belum ada rencana langsung untuk menaikkan harga. Tapi, dia tidak menutup kemungkinan ada penyesuaian harga apabila biaya komponen terus meningkat.

Kenaikan harga bukan disebabkan lemahnya penjualan. Switch 2 dilaporkan telah terjual lebih dari 17 juta unit, melampaui capaian konsol generasi pertama saat periode peluncuran.

Tantangan utama justru datang dari pasokan dan harga memori, yang kini menjadi sumber daya strategis dalam persaingan pengembangan AI global.

Sejumlah raksasa teknologi seperti Meta, Microsoft, Alphabet Inc., dan Amazon disebut menggelontorkan investasi besar untuk membangun pusat data AI.

Infrastruktur tersebut membutuhkan akselerator Nvidia dengan kapasitas memori sangat besar sehingga menyerap pasokan RAM dalam jumlah signifikan. Satu rak server AI bahkan disebut dapat menggunakan RAM setara ribuan ponsel pintar.

Lonjakan permintaan tersebut mendorong harga memori naik tajam. Bloomberg melaporkan salah satu jenis   6 hingga 2028 atau 2029.

Microsoft telah menaikkan harga Xbox, sementara Sony juga menyesuaikan harga PlayStation 5 tahun lalu. Bahkan Apple dan Tesla disebut telah memperingatkan investor mengenai tekanan margin akibat kelangkaan memori.